Beranda Sosial Sebulan Kesulitan Air, Warga Juhut Akhirnya Dapat Bantuan Sarana Air Bersih

Sebulan Kesulitan Air, Warga Juhut Akhirnya Dapat Bantuan Sarana Air Bersih

Warga Juhut Akhirnya Dapat Bantuan Sarana Air Bersih

PANDEGLANG — Persoalan air bersih mulai dirasakan warga Kampung Kadukupa, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Selama sekitar satu bulan, sumber air yang selama ini diandalkan warga dari mata air Gunung Karang tak lagi mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius bagi warga. Pemerintah Kabupaten Pandeglang kemudian menyalurkan bantuan sarana air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Kamis (20/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga dan ditinjau Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.

Ketua RT 06/RW 06 Kelurahan Juhut, Supri, mengatakan keterbatasan air sudah dirasakan warga dalam beberapa pekan terakhir. Sumber air yang biasanya digunakan warga mengalami penurunan sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan.

“Alhamdulillah kebutuhan air bersih bagi warga untuk kebutuhan sehari-hari telah terpenuhi. Bantuan air bersih ini sangat kami butuhkan,” ujar Supri.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan berkurangnya pasokan air, tetapi mulai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketika sumber utama tidak lagi mencukupi, warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia menyebut selama satu bulan terakhir warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena debit sumber air yang biasa digunakan dari mata air Gunung Karang semakin terbatas.

“Dalam satu bulan ini, kami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air yang biasa kami gunakan dari mata air Gunung Karang sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan pemerintah daerah akan terus merespons wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu, pemerintah harus memastikan warga tetap memperoleh akses terhadap air untuk kebutuhan sehari-hari ketika sumber air mengalami gangguan atau penurunan.

Baca Juga :  Sidak Proyek Puskesmas Bojong, Tanto Minta Pembangunan Tepat Waktu

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dewi Setiani.

Penyaluran sarana air bersih tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan warga dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap wilayah yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.

Pemkab Pandeglang juga berencana melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk melihat kebutuhan di lapangan.

Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan mengatakan distribusi bantuan merupakan bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Menurut Riza, kondisi di lapangan perlu terus dipantau karena kebutuhan air dapat berubah seiring kondisi sumber air dan cuaca.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta perangkat daerah terkait untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga,” kata Riza.

Persoalan yang terjadi di Juhut menjadi gambaran bahwa ketersediaan sumber air tidak selalu stabil. Ketika sumber yang selama ini menjadi andalan warga mengalami penurunan debit, kebutuhan rumah tangga pun ikut terdampak.

Karena itu, selain bantuan sarana air bersih, pemantauan kondisi sumber air dan kebutuhan warga menjadi penting untuk mengantisipasi persoalan serupa berlanjut.

Pemkab Pandeglang memastikan koordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah kelurahan akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar warga dapat tertangani apabila kondisi kekurangan air kembali terjadi.

Tim Redaksi