Beranda Sosial dan Budaya Seba Terbatas, Warga Baduy Doakan Bumi Banten Segera Terbebas dari Corona

Seba Terbatas, Warga Baduy Doakan Bumi Banten Segera Terbebas dari Corona

544
0
Masyarakat suku adat Baduy usai melaksanakan Seba Baduy terbatas melintas di kawasan Ciceri, Kota Serang, Banten. Mereka berjalan secara terpisah-pisah dua orang dan mengenakan masker untuk menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona. (Wahyu Arya/Bantennews)

SERANG – Masyarakat Baduy merasa prihatin dengan situasi dan kondisi pandemi Corona yang telah melanda Banten. Oleh karena itu, warga suku adat Baduy memberikan doa khusus untuk meruat bumi Banten dari wabah Corona dalam pelaksanaan Seba Baduy yang dilaksanakan dengan peserta yang sangat terbatas dan ketat oleh aturan protokol kesehatan.

“Mereka sangat paham dan sangat sadar dengan kondisi (pandemi) saat ini. Mereka melaksanaan Seba Baduy dengan menggunakan protokol kesehatan tanpa kami kasih tahu,” kata
Kasie Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Pariwisata Provinsi Banten Rohendi berbincang dengan Bantennews, Minggu (31/5/2020).

Rohendi yang juga penggiat budaya tersebut menyatakan ada banyak ritual pada Seba Baduy kali ini yang ditiadakan tanpa mengurangi esensi dari ritual tahunan tersebut. Hal yang menjadi semangat masyarakat Baduy dalam Seba kali ini yakni ruwatan bumi Banten dari wabah Corona.

“Seperti ritual ke Banten Lama itu tidak ada. Tapi ada doa khusus yang mereka panjatkan supaya Banten segera terbebas dari Corona. Itu juga merupakan doa kami bersama,” kata pria yang kental dengan kesenian Sunda tersebut.

Permintaan khusus yang disampaikan tetua adat Baduy kepada dirinya, yakni prosesi Seba Baduy tidak dipublikasikan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, doa agar segera terbebas dari wabah Corona menjadi alasan mendesak warga Kanekes itu untuk melaksanakan Seba yang sangat terbatas.

Selain itu, ruatan mereka bukan hanya untuk Banten tapi untuk bumi secara keseluruhan. “Banten dalam kosmologi Baduy, menurut mereka pancering buminya (pusat bumi),” ujarnya.

Pantauan di Kota Serang, warga Baduy terlihat berjalan dalam formasi dua orang secara terpisah-pisah. Selain menjaga jarak, mereka mengenakan masker untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

(You/Red)