Beranda Sosial dan Budaya Terminal Kalijaga Lebak Bakal Direvitalisasi

Terminal Kalijaga Lebak Bakal Direvitalisasi

235
0
Pegawai Dishub Lebak memeriksa kondisi Terminal Kalijaga. (Ali/bantennews)

 

LEBAK – Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak akan merevitalisasi Terminal Sunan Kalijaga di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Adapun proyek revitalisasi Terminal Sunan Kalijaga akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020.

“Bahwa pada RPJMD 2019-2024 Kabupaten Lebak, bidang transportasi itu direncanakan bangun dua terminal. Pertama itu
revitalisasi Terminal Sunan Kalijaga,” kata Kepala Dishub Lebak Luay Sumardi, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya, pada APBD perubahan tahun 2019 ini  akan dilaksanakan perencanaannya atau DED-nya. Sedangkan pelaksanaannya itu  di 2020.

“Dengan harapan Terminal Kalijaga terpadu dengan Stasiun Rangkasbitung. Mudah-mudahan Stasiun Rangkas akhir pembangunannya juga selsaai 2020 sehingga Terminal Kalijaga menyesuaikan,” katanya.

Usai merivitaliasi Terminal Sunan Kalijaga, rencana kedua yakni melaksanakan pembangunan terminal atau sub terminal di Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar.

“Ini bagian rencana RPJMD untuk mendukung visi Bupati Lebak di bidang kepariwisataan. Sehingga diharapkan bisa memudahkan wisatawan untuk menuju obyek wisata Suku Baduy,” katanya.

Deni, pengelola Angkutan Umum Terminal Sunan Kalijaga menyambut baik rencana revitalisasi.

“Harapan saya bisa secepatnya, lebih bagus lagi dibangun bertingkat. Minimal empat lantai, biar nanti lantai dua buat pertokoan, lantai 3 parkir roda empat dan lantai 4 parkir roda dua dan lantai dasar untuk angkot,”katanya.

Ia berharap perencanaannya harus matang karena revitalisasi dilakukan bukan hanya bagian penataan tetapi bagaimana upaya meningkatkan PAD sekaligus menampung orang mau buka usaha.

“Bangun empat lantai perlu dipertimbangkan mengingat luas lahan terminal Kalijaga sempit. Sekarang saja sudah over kapasitas maka lebih baiknya dibangun bertingkat agar nanti di lantai dasar khusus untuk pelayanan angkutan, lantai dua untuk niaga dan lantai berikutnya untuk menarik retribusi parkir,” katanya.

Deni menambahkan, lahan parkir penting ada karena seiring meningkatnya jumlah pengguna jasa pelayanan kereta api. Sekarang ini sejumlah lokasi titik parkir dipenuhi kendaraan.

“Tidak menutup kemungkinan makin membludak. Maka dari itu pemerintah harusnya turut memberikan pelayanan jasa lahan parkir demi kenyamanan dan kemudahan masyarakat untuk menitipkan kendaraan,” katanya. (Ali/Red)