Beranda Pemerintahan Sanksi Tegas Proyek Pemkot Cilegon Terus Jadi Temuan BPK, Edi: Orangnya Semua...

Sanksi Tegas Proyek Pemkot Cilegon Terus Jadi Temuan BPK, Edi: Orangnya Semua Sudah Saya Pindah

425
0
Walikota Cilegon, Edi Ariadi. (Foto : Gilang)

CILEGON – Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku geram dengan seringnya proyek infrastruktur di Pemkot Cilegon selalu menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten.

Sebab, banyak diantaranya tak memenuhi standar kelayakan aturan perundangan-perundangan seperti mengurangi volume pekerjaan dan selalu adanya temuan kelebihan bayar.

Sebagai sanksi tegas dan jawaban terhadap pegawai yang lalai dalam menjalankan tugas, Edi menegaskan pihaknya sudah memutasi pegawai yang dinilai tak berkompeten dalam bidangnya.

“Tegurannya kan orangnya sudah diganti sama saya, itu jawaban tuh. Nanti kita lihat orang yang baru ini masih begitu gak seperti yang dulu?orang yang baru ini juga kita evaluasi, masa sih gak ada perubahan,” ujar Edi ditemui di Gedung DPRD Kota Cilegon
Usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon dalam Rangka Persetujuan Penetapan Raperda Menjadi Perda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2018, Kamis (11/7/2019).

Dikatakan Edi, beberapa dinas yang menjadi sorotan perombakan diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Orang di DPMPTSP udah kita ubah, DPUTR juga sudah diubah orangnya. Nah, perombakan ini harusnya diambil pesan tersiratnya, kenapa orang-orang DPUTR dan kenapa orang-orang DPMPTSP yang diubah, pesan tersiratnya dong yang dibaca, jangan hanya tersuratnya saja saya mindahin si ini, subyektif, ula kitu (jangan begitu), tapi tersiratnya apa tuh? Kita kan kinerja pengen bagus, image pemerintah daerah pengen bagus, kan begitu. Jangan hanya nyalahin saya nuduh karena saya benci si A, si B, ulah kitu geh, harus ada dibalik itunya. Jangan anggap saya benci,” ucap Edi.

Dia berharap dengan adanya perombakan jajaran pegawai tersebut dapat mengubah pemerintahan di Kota Cilegon lebih baik lagi dan tak kembali menjadi temuan BPK.

“Terlalu optimis jangan karena kita juga kan eselon II belum diapa-apain. Kita lihat juga nanti kedepannya, kan semua pegawai di bawah itu bagaimana pimpinannya,” katanya. (Man/Red)