Beranda Pemerintahan Salah Informasi Berulang, Anggota DPRD Cilegon Pertanyakan Kinerja Gugus Tugas

Salah Informasi Berulang, Anggota DPRD Cilegon Pertanyakan Kinerja Gugus Tugas

1367
0
Ketua DPC partai Demokrat Cilegon, Rahmatulloh. (Foto : Gilang)

CILEGON – Kesalahan informasi kepada masyarakat oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putera disesalkan Anggora DPRD Cilegon, Rahmatulloh.

Menurut politisi partai Demokrat ini, kesalahan informasi yang berulang terkait dengan adanya warga Cilegon yang positif mengidap virus Corona itu membuat pemerintah daerah terkesan asal-asalan dalam menyampaikan informasi yang secara langsung sudah menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Informasi itu kan sudah membuat keresahan di lingkungan masyarakat, terutama lingkungan yang warganya terkena Corona sehingga mereka resah dan mwnjaga jarak atau menjauhi karena takut terjangkit. Apalagi informasi sejauh ini hasilnya dari 6 yang sudah dinyatakan positip malah tidak ada yang positip. Seperti apa sebenarnya tugas mereka soal warga yang terkena virus ini, yang nyatanya tidak terdampak. Ini kan jelas tidak terakurasi soal data atau hasil lab yang pas, tapi sudah diumumkan pada publik. Mestinya hasilnya dipastikan terlebih dahulu, baru kemudian diumumkan,” ujarnya kepada BantenNews.co.id, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga : Ada Kesalahan Sistem PCR, Warga Citangkil yang Positif Covid-19 Diklarifikasi Negatif

Menurutnya, dari kesalahan informasi berulang kepada masyarakat itu seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon ke depan.

“Mestinya hasilnya dipastikan terlebih dahulu, apakah benar positif, baru kemudian diumumkan. Jangan langsung diumumkan sebelum pasti terkena (Virus Covid-19) karena ini membuat keresahan, dan membuat masyarakat gelisah dan bertanya tanya. Lebih baik lebih hati-hati dalam memberikan informasi. SOP pemberian informasinya harus dievaluasi, agar info dari Tim Gugus Tugas tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Tarik Pernyataan Jubir Gugus Tugas Sebut Warga di Cilegon Hanya Terindikasi Covid-19

Sementara Aziz Setia Ade Putera beralasan selama ini pihaknya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat sudah melalui SOP yang benar dengan mengacu pada data yang dikeluarkan oleh rumah sakit, seperti oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta terkait dengan warga Kecamatan Citangkil yang sempat dinyatakan positif beberapa hari lalu.

“Yah tanyanya ke Dharmais lah, karena itu kan sumbernya dari Dharmais. Jadi SOP-nya sumber data itu berasal dari informasi yang mengeluarkan. Contohnya ada orang yang diperiksa di RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika-red) datanya disampaikan ke Dinkes (Dinas Kesehatan) kemudian disampaikan ke Gugus Tugas, informasi dari kami hanya menyampaikan apa yang sudah disampaikan ke Dinkes. Jadi terkait dengan kesalahan (informasi), itu ada di Dharmais karena kan dia sudah mengirimkan data siang saya terima sore saya rilis, ternyata malam sekitar jam 10-an ada revisi, lalu salah siapa?,” kilah Aziz melalui sambungan telepon.

Aziz menolak anggapan bila pihaknya dituding terlalu terburu-buru menyampaikan informasi tersebut kendati belakangan diketahui apa yang sudah disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Masyarakat kan minta (kalau ada kabar warga positif Covid-19) agar segera dirilis. Justru saya mencari data yang pasti dulu dari Dinkes, karena patokan saya adalah data dari Dinas Kesehatan, bukan dari Dharmais, karena kita tidak punya hubungan dengan Dharmais,” jelasnya.

(Dev/Man/Red)