Beranda Peristiwa Rumah Warga Retak-retak, Diduga Akibat Getaran yang Ditimbulkan PT Chandra Asri Petrochemical

Rumah Warga Retak-retak, Diduga Akibat Getaran yang Ditimbulkan PT Chandra Asri Petrochemical

Suasana audensi di Kantor DLH Kota Cilegon membahas sejumlah rumah di Cilodan, Kecamatan Ciwandan yang retak - (Foto Usman Temposo/BantenNews.co.id)

CILEGON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memanggil manajemen PT Chandra Asri Petrochemical terkait adanya sejumlah rumah warga di Lingkungan Cilodan, Kecamatan Ciwandan yang mengalami retak-retak.

Sejumlah rumah yang retak itu berada di bagian dinding diduga diakibatkan oleh getaran yang timbul dari proses start up atau menghidupkan mesin pabrik di PT Chandra Asri Petrochemical.

Kepala DLH Kota Cilegon, Ujang Iing menyatakan bahwa setelah melakukan pertemuan bahwa diketahui getaran itu disebabkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical melakukan flaring.

“Getaran getaran itu tidak diprediksi sebelumnya,” ujar Iing kepada wartawan setelah melakukan audiensi di Kantor DLH Cilegon, Senin (23/9/2019).

Menurut Iing, memang alat ukur getaran tidak diwajibkan dimiliki industri. Sehingga getaran yang ditimbulkan dari proses flaring tersebut tidak dapat diukur dan diprediksi. Kata dia, perusahaan hanya diwajibkan untuk memiliki alat ukur kebisingan.

“Kami sampaikan tadi bahwa ada nggak sih alat ukur yang bisa mendeteksi, memang perusahaan tidak memiliki, jadi hanya sebatas tingkat kebisingannya saja,” katanya.

Sementara itu, Community Relation PT Chandra Asri Petrochemical, Wawan Mulyana menyatakan bahwa proses flaring di pabrik kimia dilakukan setiap 5 tahun sekali.

Pihaknya juga sebelumnya sudah mensosialisasikan akan ada proses flaring untuk mengaktifkan mesin produksi. Kebisingan dan getaran akan ditimbulkan dari proses tersebut.

Kata dia, proses flaring adalah hal yang biasa dalam dunia industri. Jika proses itu tidak dilakukan justru akan menimbulkan ledakan.

“Ketika ada flaring itu biasanya ada steam, itu untuk menghindari terjadinya asap, itu dikasih steam, sebetulnya dalam kondisi normal harusnya. Makanya, ketika itu terjadi getaran, kita turunkan steam-nya, sudah dilakukan makanya tindakan preventif sudah kita lakukan,” terangnya.

Dia menyatakan bahwa pihaknya juga bakal memberikan kompensasi pada warga yang rumahnya retak. Terkait hal ini pihaknya sudah mendiskusikan dengan pihak kelurahan. Pihak perusahaan akan segera memberi kompensasi setelah proses start up selesai dilakukan.

“Seperti apa kompensasinya nanti dirembukkan sama-sama dengan Pak Lurah,” ucapnya.

(Man/Red)