CILEGON – Walikota Cilegon, Robinsar memberikan peringatan tegas kepada seluruh Ketua RT dan RW di wilayahnya. Ia secara terbuka mempersilakan para pengurus lingkungan tersebut untuk mengundurkan diri apabila tidak mau bekerja dan enggan turun ke masyarakat hanya karena rencana kenaikan honorarium belum direalisasikan.
Robinsar mengingatkan bahwa niat dan tujuan utama menjadi ketua RT maupun RW adalah untuk mengabdi dan melayani masyarakat. Jabatan tersebut, menurutnya, bukanlah tempat untuk sekadar mengambil honorarium yang saat ini senilai Rp 1 juta.
“Tapi kalau ada RT/RW yang memang karena belum ada kenaikan ini dia tidak bekerja, dia tidak turun ke masyarakat, tidak membantu tugas-tugas kita, dan merasa keberatan dengan honor yang diterima hari ini, saya rasa tidak ada salahnya juga kalau RT/RW untuk bisa mengundurkan diri saja,” tegas Robinsar saat menyampaikan sambutan pada acara di Disdukcapil Kota Cilegon, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, daripada menjadi pengurus RT/RW namun tidak mau bekerja melayani warga karena alasan honor yang belum naik, lebih baik posisi tersebut ditinggalkan. Pemerintah daerah siap mencari sosok pengganti yang benar-benar memiliki niat tulus untuk menjadi pengurus lingkungan dan mengabdi kepada masyarakat.
Menurut Robinsar, ditundanya kenaikan honor RT/RW menyusul adanya penyesuaian anggaran akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 210 miliar. Kondisi ini memaksa Pemkot Cilegon menunda rencana kenaikan honorarium RT/RW sebesar 15 persen yang sebenarnya sudah direncanakan untuk tahun 2026 dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Meski demikian, Walikota menilai bahwa besaran honorarium Rp 1 juta yang diterima para Ketua RT dan RW saat ini masih cukup dan relevan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mengutamakan skala prioritas yang lebih mendesak untuk masyarakat luas, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.
Di akhir penyampaiannya, Robinsar tetap meyakini bahwa mayoritas Ketua RT dan RW di Cilegon memiliki niat pengabdian yang tulus.
Ia berjanji, rencana kenaikan honorarium tersebut pasti akan segera ditunaikan apabila kemampuan fiskal daerah sudah kembali kuat dan memadai.
“Saya yakin ketua RT dan RW punya niat mengabdi seperti kita,” ucapnya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
