Beranda Bisnis Riset Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun

Riset Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun

Ilustrasi - foto istimewa jpnn.com

JAKARTA – Daya tahan keuangan masyarakat kelas menengah semakin tertekan. Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal tabungan masyarakat di segmen simpanan di bawah Rp100 juta terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan masyarakat semakin banyak menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibandingkan menambah simpanan.

Data Perbanas mencatat, rata-rata saldo rekening pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta mencapai Rp3,1 juta per rekening pada 2018. Nilai tersebut kemudian turun menjadi Rp1,8 juta per rekening pada 2024, dan kembali menyusut menjadi Rp1,7 juta per rekening hingga Mei 2026.

Chief Economist Perbanas, Winang Budoyo, mengatakan total dana simpanan pada segmen tersebut memang masih bertumbuh. Namun, jika dilihat per individu, nilai tabungan masyarakat justru terus menurun.

“Artinya lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dibandingkan kemampuan mereka untuk mengakumulasi tabungan. Di situlah muncul fenomena yang kami sebut sebagai ‘makan tabungan’,” ujar Winang dalam forum Perbanas di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Di sisi lain, tren berbeda terjadi pada kelompok nasabah dengan simpanan di atas Rp10 miliar. Nilai tabungan kelompok ini terus meningkat, termasuk pada rekening dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data distribusi simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dolar AS melonjak 185,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026. Sejalan dengan itu, nominal simpanan valuta asing juga tumbuh dua digit menjadi Rp1.741,46 triliun atau meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Winang, lonjakan simpanan dalam dolar AS dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat untuk mencari aset lindung nilai di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Gelar HMC 2019, AHM Gali Bakat 2.400 Modifikator di Era Digital

“Karena rupiah melemah, masyarakat mencari rasa aman dengan menyimpan uangnya dalam bentuk dolar,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara fungsi tabungan dolar AS tidak berbeda dengan tabungan rupiah. Perbedaannya hanya terletak pada mata uang penyimpanannya yang dikonversi ke dolar AS sebagai langkah menjaga nilai aset.

“Dari sisi perputaran uang sebenarnya tetap sama. Hanya saja, dana tersebut dikonversi dari rupiah ke dolar untuk menjaga keamanan nilai uang mereka,” tegas Winang.

Sumber : suara.com