Beranda Peristiwa Ribuan Hektare Sawah di Banten Mengering, 320 Hektare Terancam Gagal Panen

Ribuan Hektare Sawah di Banten Mengering, 320 Hektare Terancam Gagal Panen

Ilustrasi

SERANG – Kekeringan mulai menggerus areal persawahan di Provinsi Banten. Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat sebanyak 1.139 hektare tanaman padi terdampak kekeringan sepanjang musim tanam 2026, sejak akhir Mei hingga 10 Juli. Dari jumlah tersebut, 320 hektare berada dalam kondisi terancam puso atau gagal panen.

Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Saiful Bahri Maemun, mengatakan lahan terdampak terdiri atas 937 hektare dengan tingkat kerusakan ringan, 117 hektare kerusakan sedang, dan 85 hektare kerusakan berat. Dari total itu, 28,5 hektare telah pulih, 400 hektare berhasil dipanen lebih awal, sedangkan 320 hektare masih berstatus terancam puso.

Menurut Saiful, kekeringan dipicu musim kemarau yang berkepanjangan dan diperparah oleh fenomena El Nino. Wilayah yang paling rentan terdampak adalah sawah tadah hujan yang tidak terlayani jaringan irigasi teknis.

“Tanpa pasokan air dari saluran irigasi, satu-satunya harapan petani adalah curah hujan, yang justru absen dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Saiful, Senin (20/7/2026).

Pandeglang menjadi kabupaten dengan luas lahan terdampak terbesar, yakni 593 hektare. Sebanyak 400 hektare di antaranya dipanen lebih awal untuk menyelamatkan hasil produksi.

Sementara itu, Kabupaten Serang mencatat 451 hektare sawah terdampak. Dari jumlah tersebut, 320 hektare berstatus terancam kritis, sedangkan 16,5 hektare mulai menunjukkan pemulihan.

Adapun Kabupaten Tangerang memiliki 81 hektare lahan terdampak, sedangkan Kabupaten Lebak mencatat 14 hektare, dengan 12 hektare di antaranya mulai pulih berkat hujan lokal.

Hasil pemantauan Pengawas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menunjukkan sedikitnya empat faktor yang memperburuk kondisi di lapangan. Selain hujan yang tak kunjung turun, sebagian besar lokasi persawahan tidak memiliki sumber air permukaan. Sumber air yang tersedia pun terus menyusut hingga mengering, sementara sumber air yang masih tersisa berada cukup jauh dari areal persawahan.

Baca Juga :  Truk Pengangkut Karton Terbakar di KM 74 Tol Tangerang-Merak

“Jarak sumber air yang tersisa terlalu jauh dari lokasi sawah sehingga menyulitkan proses pompanisasi,” ungkap Saiful.

Upaya darurat melalui pompanisasi, lanjutnya, belum sepenuhnya efektif. Di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, bantuan selang air sepanjang 100 meter belum mampu mengalirkan air ke seluruh areal persawahan.

“Bantuan selang sudah diterima kelompok tani, namun panjangnya belum cukup untuk menjangkau petakan sawah di bagian tengah karena jaraknya mencapai 900 meter dari sumber air,” tuturnya.

Untuk jangka panjang, Dinas Pertanian menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya penggunaan varietas padi tahan kekeringan seperti Inpari 32, penerapan sistem tumpang sari, penanaman komoditas palawija di lahan kering, serta penyesuaian pola tanam berdasarkan kalender iklim. Pemerintah juga menjajaki pemanfaatan sumur dalam di wilayah yang belum memiliki jaringan irigasi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memetakan 415 titik rawan kekeringan hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sampai Agustus 2026.

Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan potensi titik kekeringan terbanyak, yakni 111 titik. Disusul Kabupaten Lebak 109 titik, Kabupaten Tangerang 101 titik, Kabupaten Serang 64 titik, Kota Tangerang Selatan 14 titik, Kota Serang 12 titik, dan Kota Cilegon 4 titik. Adapun Kota Tangerang menjadi satu-satunya daerah yang tidak masuk dalam peta potensi kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan dampak El Nino diperkirakan lebih dahulu dirasakan wilayah pesisir utara Banten.

“Wilayah yang paling berpotensi terdampak berada di bagian utara Banten, mulai dari Kabupaten Serang hingga kawasan Tangerang Raya,” katanya.

Menurut Lutfi, sektor pertanian dan penyediaan air bersih menjadi dua sektor yang paling rentan terdampak musim kemarau tahun ini.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Banten Dorong Petani Manfaatkan KUR

“Sektor pertanian menjadi yang paling rentan karena lahan persawahan diperkirakan mengalami kekeringan,” ujarnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo