SERANG – Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, mengikuti retret pimpinan legislatif di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Muji menilai, kegiatan itu bukan hanya sebuah forum seremonial, tetapi jadi arena penggodokan arah kebijakan agar selaras dengan program nasional.
Berdasarkan informasi, retret ini mempertemukan pimpinan DPRD dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tak hanya bertukar gagasan, tetapi juga merumuskan langkah konkret menghadapi isu strategis pembangunan yang kian kompleks.
Dari Banten, sejumlah nama ikut ambil bagian, seperti Bahrul Ulum dan Fahmi Hakim. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya soliditas antarwilayah dalam menyusun kebijakan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan agenda nasional.
Muji menegaskan, retret ini menjadi momentum penting untuk menguatkan peran DPRD, terutama dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang kerap menjadi sorotan publik.
“Forum ini mendorong kami lebih solid dan mampu melahirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Muji, Kamis (16/4/2026).
Digelar di lingkungan militer, retret ini dikemas dengan disiplin ketat. Para peserta menjalani pembinaan kepemimpinan, penguatan kerja tim, hingga pembekalan teknis yang intensif.
Diskusi strategis menjadi menu utama, dengan fokus pada kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika daerah.
Muji juga menekankan pentingnya menyatukan perspektif antar pimpinan DPRD, khususnya di Banten, agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan antara daerah dan pusat.
Ia menggarisbawahi pesan penting dalam retret: pimpinan DPRD harus memiliki karakter negarawan, integritas tinggi, wawasan luas, serta kemampuan berpikir komprehensif. Tanpa itu, kebijakan berisiko kehilangan arah dan jauh dari kebutuhan publik.
“Ini jadi pengingat, selain mengawal aspirasi masyarakat dan kinerja pemerintah, integritas adalah fondasi utama,” tegas politisi Golkar tersebut.
Retret ini menjadi sinyal bahwa penguatan kapasitas pimpinan legislatif tak bisa ditawar, terutama di tengah tuntutan publik yang semakin kritis terhadap kinerja wakil rakyat.
Penulis: Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
