
LEBAK – Yayasan Respek Peduli Lebak bersama UPZ Baznas Banten mulai membangun rumah permanen untuk Kakek Madhalim (86) Warga Kampung Kopi, Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.
Pembangunan rumah tersebut merupakan tindaklanjut viralnya Kakek Madhalim yang harus mengikat perut dengan tali rapia lantaran tak sanggup menahan lapar.
Fakta lain juga terkuak Madhalim bersama istrinya harus tinggal di gubuk bekas pengolahan kopra.
Ketua Yayasan Respek Peduli Lebak, Delima Humairo mengatakan, sebelum pembangunan ini dimulai, pihaknya sebelumnya telah menyalurkan bantuan donasi dan pengeboran sumur.
“Untuk pembangunan rumah Kakek Madhalim sudah dimulai hari ini, sebetulnya sudah seminggu sejak kami menyerahkan donasi, besoknya langsung ngebor sumur, karena disini wilayahnya susah air. Setelah itu, baru pembersihan lahan untuk rumah Kakek Madhalim,” kata Delima kepada Bantennews, Kamis (6/8/2026).
Dikatakan Delima, unit rumah yang akan dibangun untuk Kakek Madhalim yaitu berupa bangunan permanen dengan ukuran 6×5 meter.
“Bangunan yang akan kita dirikan berupa bangunan permanen, berikut isi rumah dan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air Kakek Madhalim dan warga sekitar,” ungkapnya.
Menurut Delima, total biaya pembangunan rumah yang digelontorkan yaitu sebesar Rp 30 juta. Dana tersebut merupakan gabungan dari bantuan UPZ Baznas Banten dan Yayasan Respek Peduli.
“Kami menghormati pihak pemerintah yang saat viralnya video Kakek Madhalim, dari UPZ Baznas hadir. Jadi kami persilahkan mereka untuk maju sebagai pelaksana,” ujarnya.
“Adapun untuk rincian bantuannya yaitu dari UPZ Baznas Banten sebesar Rp 20 juta dan dari Yayasan Respek Peduli 10 juta. Total untuk membangun rumah sebesar Rp 30 juta. Sementara untuk sumur bor Rp 8, berikut isi rumah dan tempat usaha dari Respek Peduli,” sambungnya.
Delima juga menyampaikan, bahwa pembangunan rumah Kakek Madhalim ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Agustus 2026 mendatang.
“Untuk target pengerjaan 10 sampai dengan 15 hari, harus sudah rampung, agar Kakek Madhalim beserta keluarga bisa segera mengisi rumah tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut Delima berharap, rumah yang dibangun ini bisa menjadi tempat yang layak untuk keberlangsungan hidup Kakek Madhalim beserta keluarganya.
“Mudah-mudahan ini bisa jadi tempat yang nyaman untuk Kakek, mohon dirawat supaya bisa memberikan manfaat yang lebih lama,” harapnya.
Sebelumnya telah diberitakan, bahwa sempat viral karena kelaparan saat berjualan kangkung, Kakek Madhalim (86) bersama sang istri ternyata tinggal di gubug bambu berukuran 5×5, bekas tempat pembuatan koprah kelapa, yang berada di Kampung Kopi, Desa kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.
Pantauan Bantennews dilokasi, gubug yang Kakek Madhalim tempati tidak memiliki penerangan yang layak, ventilasi terbatas, Bahkan, kerap bocor saat hujan.
Kakek Madhalim mengatakan, dirinya bersama sang istri sudah 2 tahun tinggal di gubug ini. Dia mengatakan, gubug berikut tanah yang ia tempat ini merupakan milik orang lain, yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemiliknya.
“Sudah 2 tahun tinggal disini, saung sama tanah ini punya orang, kakek cuma numpang disini,” kata Madhalim kepada Bantennews, (31/7/2026)
Dikatakan Madhalim, sehari-hari nya dia bersama sang istri hanya bekerja sebagai pemulung buah sawit atau brondol. Bahkan, tak jarang ia juga harus berjualan kangkung untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Sehari-hari nya kakek pemulung, pemulung buah sawit. Kalau jualan kangkung jarang-jarang karena kondisi kesehatan kakek sudah sakit-sakitan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Kakek Madhalim berharap kepada pemerintah agar bisa menyediakan tempat yang layak untuk dirinya dan istrinya.
“Mudah-mudahan Pemerintah bisa menyediakan tempat yang layak bagi kami, soalnya ini tempat punya orang, lahannya punya orang,” harapnya.
Sementara itu, Kabag Kesra pada Sekretariat Daerah Lebak, Iyan Fitriani menyampaikan, bahwa kebutuhan paling mendesak bagi Kakek Madhalim saat ini adalah tempat tinggal yang layak.
Menurut Iyan, pemerintah desa masih berupaya untuk mencarikan lahan bengkok agar dapat dibangun rumah bagi Kake Madhalim.
“Saat ini yang dibutuhkan Kakek Madhalim yaitu rumah, maka dari itu Pemkab Lebak tengah menyiapkan usulan pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) melalui UPT Baznas Banten,” tandasnya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd