Beranda Pemerintahan Reses Masa Sidang Ke 3 Iip Makmur Banyak Menerima Aspirasi dari Masyarakat

Reses Masa Sidang Ke 3 Iip Makmur Banyak Menerima Aspirasi dari Masyarakat

Kepala Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Irawan saat menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD Provinsi Banten - foto istimewa

LEBAK – Drs H Iip Makmur anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan reses masa sidang ke III tahun 2022, yang dilaksanakan di Aula Granada Al-Qudwah, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (30/7/2022).

Drs H Iip Makmur mengatakan, jika reses ini dilakukan untuk menampung semua aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat.

“Kita akan tampung semua aspirasi, dan nantinya akan kami bawa ke DPRD untuk dilaporkan apa saja aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat,” kata Iip saat ditemui disela-sela resesnya, Sabtu (30/7/2022).

Ia menjelaskan, anggota DPRD memiliki kewajiban untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat daerah pemilihan.

“Permasalahan umum seperti perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya harus direspon positif untuk kemudian dibahas secara komisional atau di kantor DPRD,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk reses yang saat ini dilakukan di Kecamatan Kalanganyar ini, pihaknya mendapatkan aspirasi terkait infrastruktur jalan serta aspirasi penambahan ruang untuk kaum disabilitas.

“Insya Allah aspirasi ini akan kami tampung dan akan kami realisasikan setelah kami membahasnya di forum atau sidang paripurna DPRD nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Irawan mengatakan, jika aspirasinya hanya meminta perbaikan jalan lingkungan yang berada di Desa Margulya, sebab saat ini jalan lingkungan yang berada di desa nya masih banyak yang rusak.

“Mudah-mudahan saja setelah aspirasi saya yang telah di sampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Banten ini bisa cepat direalisasikan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ratu Rinny Eka Febriyani yang juga sebagai pengajar di Al-Qudwah menyampaikan, bahwa aspirasinya hanyalah ingin adanya fasilitas sarana dan prasarana serta pembinaan terhadap guru terkait pendidikan inklusif yang mendukung kepada pelajaran dan pelayanan anak-anak yang berkebutuhan khusus yang bersekolah bukan di SKH sehingga pelayanan inklusifnya bisa lebih maksimal.

“Dengan lebih lengkapnya sarana dan fasilitas yang mendukung ini tentunya akan bisa lebih memaksimalkan pelayanan pendidikan yang lebih maju,” ujarnya. (San/Red)