SERANG — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang merelokasi SMP Negeri 4 Kota Serang dari Jalan Juhdi ke kawasan Ciracas menuai sorotan. Rencana itu berkaitan dengan penyiapan lahan sekolah untuk pembangunan gedung parkir sebagai penunjang kawasan Rola Baroe.
Sejumlah alumni meminta Pemkot Serang tidak melihat bangunan SMPN 4 hanya dari sisi lahan. Mereka menilai sekolah tersebut memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perjalanan pendidikan di Kota Serang.
Dikro, Salah seorang alumni SMPN 4 Kota Serang menilai, Pemkot Serang perlu mempertimbangkan sejarah sekolah sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar mempertahankan bangunan, tetapi menjaga jejak sejarah pendidikan Kota Serang.
“Nilai historis itu tidak bisa dinilai hanya dari sisi bangunan,” ujar Dikro saat dihubungi BantenNews.co.id, Jumat (28/8/2026).
Ia juga mempertanyakan alasan Pemkot Serang memilih kawasan Jalan Juhdi untuk pembangunan gedung parkir. Menurutnya, Pemkot seharusnya mencari lokasi parkir yang tidak mengorbankan fasilitas pendidikan maupun bangunan bersejarah.
Ia mencontohkan konsep kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menempatkan fasilitas parkir di sekitar kawasan, bukan mengambil ruang strategis di tengah kawasan utama.
“Kalau mau meniru Malioboro, tempat parkirnya tidak harus di tengah kawasan. Bisa mencari lokasi yang lebih tepat,” katanya.
Ia bahkan menyebut kawasan Cilame sebagai salah satu alternatif yang menurutnya masih dapat dikaji untuk pembangunan fasilitas parkir.
“Kalau lebih bagus di Cilame, masih bisa kalau memang mau. Jangan hanya memilih yang murah,” ujarnya.
Ia meminta Pemkot Serang tidak terburu-buru mengubah atau menghilangkan bangunan yang memiliki nilai sejarah. Menurutnya, pembangunan harus mempertimbangkan keberadaan sejumlah bangunan bersejarah lain di kawasan Kota Serang.
“Sudah berapa banyak lagi gedung yang mau dihancurkan? Itu sekolah dan Gedung Juang punya sejarah,” tegasnya.
Menurut dia, gedung-gedung lama di kawasan tersebut tidak sekadar memiliki nilai fisik. Bangunan itu menyimpan cerita tentang perjalanan masyarakat dan pendidikan di Serang.
Karena itu, ia berharap Pemkot Serang membuka kajian dan diskusi lebih luas sebelum memutuskan relokasi SMPN 4 sekaligus mengubah fungsi lahannya menjadi gedung parkir.
Sejarah SMPN 4 Kota Serang
SMPN 4 Kota Serang yang beralamat di Jalan Juhdi Nomor 20 memiliki akar sejarah sejak dekade 1960-an. Saat itu, sekolah menempati salah satu ruangan di gedung Keresidenan Banten yang kini menjadi Kantor Gubernur Banten.
Sekolah tersebut awalnya bernama Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri Serang. Animo pelajar dari berbagai wilayah Banten terhadap sekolah tersebut cukup tinggi karena SMEP menjadi salah satu sekolah kejuruan ekonomi pertama di Serang.
Sekitar 1965, SMEP Negeri Serang menempati gedung Chung Hua melalui perjuangan masyarakat. Dua tahun kemudian, tepatnya 1967, sekolah itu berdiri secara resmi dengan nama SMEP Negeri Serang. Somawinata tercatat sebagai kepala sekolah pertama.
Sekolah tersebut awalnya menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA).
Perubahan besar terjadi pada 1979. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah SMEP menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). SK Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Barat Nomor 030/U/1979 tertanggal 17 Februari 1979 memperkuat perubahan tersebut.
Sejak saat itu, sekolah menjalankan fungsi pendidikan umum dan mengarahkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, sekolah kejuruan maupun sekolah kedinasan.
Nilai sejarah itulah yang kini menjadi perhatian alumni di tengah rencana relokasi sekolah.
Diketahui, rencana relokasi sekolah masih dalam tahap pembahasan. Di mana, pemerintah mengkaji pemindahan SMPN 4 ke kawasan Ciracas, sementara lahan di Jalan Juhdi masuk dalam konsep penataan kawasan Pasar Lama dan pembangunan gedung parkir terpadu.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
