Beranda Pemerintahan Rencana Sekolah Jadi Lahan Parkir, Embay Mulya Syarief: Jangan Korbankan Pendidikan

Rencana Sekolah Jadi Lahan Parkir, Embay Mulya Syarief: Jangan Korbankan Pendidikan

Ketua Umum Mathlaul Anwar KH Embay Mulya Syarief. (Istimewa)

SERANG — Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk bersikap arif dan bijaksana terkait wacana pemindahan gedung SMP Negeri 4 Kota Serang demi proyek fasilitas parkir terpadu.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh gegabah mengorbankan fungsi sarana pendidikan dan nilai historis kota hanya demi kepentingan penataan ruang parkir.

Embay menekankan bahwa Pemkot Serang harus cermat memetakan skala prioritas antara kebutuhan fasilitas penunjang kawasan bisnis dengan keberlangsungan layanan pendidikan bagi generasi muda.

“Pemerintah harus bijak. Mana yang lebih utama harus dipertimbangkan. Kondisi di sana memang sudah sesak seperti halnya SMA Negeri 1, tetapi Pemkot harus benar-benar menimbang sisi sejarah dan aspirasi masyarakat,” ujar KH Embay, Minggu (30/8/2026).

Selain fungsi pelayanan publik di sektor pendidikan, kawasan SMPN 4 Kota Serang dinilai memiliki nilai historis yang panjang dan sarat makna perjuangan. Sebelum difungsikan sebagai gedung sekolah negeri, lokasi tersebut pernah menjadi sekolah Chung Hua, markas Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPI) saat penumpasan G30S/PKI, hingga sekolah kejuruan SMEP.

“Secara undang-undang, gedung itu memang bukan cagar budaya, saya menjadi saksinya. Namun, tempat itu memiliki nilai sejarah tersendiri karena pernah dijadikan markas KAPI pada masa penumpasan G30S/PKI. Bisa dibilang itu semacam monumen pergerakan Angkatan ’66,” jelasnya.

Terkait kabar telah disiapkannya gedung pengganti untuk sekolah tersebut, Embay menilai hal itu belum cukup meredam potensi gejolak sosial. Pemkot Serang diminta mengkaji ulang urgensi proyek serta mendengar suara penolakan yang datang dari para alumni, wali murid, dan elemen masyarakat.

Polemik relokasi fasilitas pendidikan ini turut mengundang sorotan terhadap komitmen Pemkot Serang dalam menjaga kelestarian ruang bersejarah. Embay menyayangkan masih adanya situs penting lain di Kota Serang, seperti Alun-Alun dan Tugu Perjuangan, yang kondisinya terkesan kurang terawat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sindir Ketidakhadiran Pejabat Pemkot Cilegon di Kejari

Ia berharap Pemkot Serang memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap aset-aset bersejarah dan tidak memandang penataan kota semata-mata dari aspek komersial atau pembangunan fisik belaka. Kebijakan pembangunan perkotaan diharapkan tetap berakar pada pelestarian sejarah serta penguatan fasilitas publik yang mendasar.

Tim Redaksi