Beranda Pemerintahan Rencana Ngutang Ditolak DPRD, Pemkot Cilegon Konsultasi ke Kemendagri

Rencana Ngutang Ditolak DPRD, Pemkot Cilegon Konsultasi ke Kemendagri

Walikota Cilegon, Robinsar saat menjelaskan tentang BC-FIFA 2025. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih terus mengupayakan pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara (JLU) melalui pinjaman pembiayaan daerah itu dapat dilaksanakan.

Diketahui, Pemkot Cilegon berencana melakukan pembangunan JLU dengan meminjam dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sekira Rp200 miliar.

“Prinsipnya JLU itu diharapkan oleh masyarakat wilayah Purwakarta, Jombang, Grogol dan sekitarnya karena itu sudah menjadi wacana pembangunan mungkin 10 tahun terakhir,” ujar Walikota Cilegon Robinsar kepada wartawan, Senin (22/9/2025).

Selain itu, kata Robinsar, pembangunan JLU telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Cilegon Tahun 2025-2029.

“Maka karena sudah tertuang di RPJMD, kami akan terus mengusahakan baik dari APBD ataupun sumber pendapatan lainnya. Hanya tinggal mekanisme pola yang harus dikomunikasikan,” kata Robinsar.

Meski rencana tersebut ditolak oleh DPRD Cilegon, lantaran tidak ada dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), namun, Robinsar nampaknya tak patah arang.

Ia mengaku, soal rencana itu ada atau tidak dalam dokumen RKPD, pihaknya bakal mengkonsultasikan hal itu kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Indonesia.

“Pola ketika di RKPD itu kan kita belum deal dengan SMI, jadi dealnya itu setelah RKPD sudah masuk. Dari kami bukan tidak ada, di RKPD itu ada, tinggal detailnya seperti apa sedang kita komunikasikan dengan Kemendagri apa sih yang dikatakan itu? Tertuang atau tertulis? Apakah memang harus rigit? Waktu itu kita belum bisa karena kan angkanya belum jelas, masih dihitung dan menunggu persetujuan dari SMI,” ucapnya.

Robinsar menegaskan, rencana pembangunan JLU Cilegon ini semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat dengan harapan banyak investor masuk dan dapat mempengaruhi perekonomian daerah.

“Prinsipnya JLU itu dibutuhkan hari ini untuk pengembangan industri, wilayah, dan pemerataan pembangunan. Karena banyak investor datang ke kami, mencari kawasan industri. Kita butuh wilayah baru, supaya ada peningkatan investasi karena kalau udah masuk banyaklah dampaknya seperti pengangguran berkurang, peningkatan PAD, pengembangan daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Ingin Disebut Omon-Omon, Anggota DPRD Minta Pemkot Cilegon Prioritaskan Hasil Reses 2024

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd