Beranda Pemerintahan Rencana Investasi PT TPT Diprediksi Kandas, Pelabuhan Warnasari Makin Tak Jelas

Rencana Investasi PT TPT Diprediksi Kandas, Pelabuhan Warnasari Makin Tak Jelas

Masterplan Pelabuhan Warnasari (Gilang)

CILEGON – Rencana PT Tirtasari Prima Terminal (TPT) untuk menjadi investor dalam pembangunan pelabuhan Warnasari diperkirakan kandas. Hal itu seiring dengan keputusan tidak dilanjutkannya jabatan tiga direksi PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis (22/4/2021).

Diketahui, ketiga unsur direksi PT PCM itu sebelumnya sempat mengajukan nama PT TPT kepada Pemkot Cilegon untuk menggarap lahan seluas 45 hektare dalam bentuk Kerja Sama Operasional (KSO). Alih-alih KSO berjalan mulus, namun hingga di penghujung masa jabatan ketiganya, Walikota selaku pemegang saham atas PT PCM bahkan tak merespon usulan tersebut dengan dalih yang tak jelas.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Cilegon pada Rabu (21/4/2021) kemarin mencuat kabar bahwa Walikota dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan khusus dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) yang mengoperasikan Pelabuhan Cigading. Pertemuan itu digadang akan membahas kaitan dengan rencana kerja sama dalam pengelolaan pelabuhan di atas lahan Warnasari.

“Kita belum menentukan siapa-siapa (calon investor Pelabuhan Warnasari-red). Ya semua kita minta (kerja sama), karena kita terbuka ini dan transparan. Malah kita belum ada pertemuan (dengan PT KBS),” ucap Helldy kepada BantenNews.co.id ditemui usai RUPS PT PCM.

Baca : Helldy Setop Jabatan Tiga Direksi PT PCM

Helldy mengelak berkomentar lebih jauh soal rencana dan kriteria yang ditentukan pemerintah daerah terhadap calon investor kaitan dengan realisiasi salah satu program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) tersebut.

“Yah satu satu dulu lah. Hari ini kita baru RUPS dulu, ke depannya kita mau open bidding (lelang jabatan terbuka Direksi dan Komisaris PT PCM-red), barulah kita bicara kerja sama dengan yang lain, satu satu lah,” kilahnya dengan nada santai.

Pada beberapa pertemuan sebelumnya, Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah mengaku dalam masa jabatannya sudah berupaya maksimal untuk menawarkan pemanfaatan lahan Warnasari kepada belasan calon investor, hingga akhirnya mendapatkan respon positif dari PT TPT. Kendati dengan prakiraan keuntungan yang akan diperoleh daerah, namun rencana itu tak berujung.

“Dari belasan calon investor, berdasarkan kajian kami cuma PT TPT yang lebih menjanjikan keuntungan bagi daerah, salah satu di antaranya mereka siap mengganti dana investasi sekitar Rp150 miliar yang sudah kita keluarkan selain menjanjikan pasar cargo dan sanksi bila itu tidak dipenuhi,” ujarnya.

Akmal berharap, cita-cita memiliki pelabuhan daerah di atas lahan yang diperoleh dari hasil tukar guling (ruislag) dengan PT KS atas lahan Kubangsari itu dapat terwujud guna menambah sumber pendapatan daerah.

“Saya cuma mau sama-sama membuka mata, jangan sampai kita yang selama ini mengilustrasikan lahan Warnasari sebagai gadis yang cantik, namun pada kenyataannya dia sulit sekali untuk dipinang karena banyaknya persyaratan yang sulit diterima investor,” katanya. (dev/red)