Beranda Peristiwa Ratusan Petani dari Sindangresmi Geruduk Kantor Distan Pandeglang

Ratusan Petani dari Sindangresmi Geruduk Kantor Distan Pandeglang

Ratusan petani yang berasal dari Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam Gerakan Petani Sindangresmi (GPS) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG – Ratusan petani yang berasal dari Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam Gerakan Petani Sindangresmi (GPS) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang.

Unjuk rasa ini dipicu adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan oknum dari dinas yang meminta sejumlah uang pada petani jika ingin mendapatkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dari pemerintah.

Seorang orator, Ajat Andrian dalam orasinya mempertanyakan keberadaan bantuan Alsintan yang diberikan oleh pemerintah untuk para petani di Sindangresmi. Pasalnya, bantuan itu hingga kini belum diterima oleh petani.

“Kenapa program bantuan Alsintan tak sampai kepada para petani? Karena fakta di lapangan program itu dijadikan komoditas jual beli oleh para elit petani dalam hal ini kami menduga oknum Gapoktan dan Dinas Pertanian,” teriak Ajat saat melakukan orasi di depan Kantor Dinas Pertanian Pandeglang, Selasa (8/9/2020).

“Bantuan program hibah Alsintan dari Pemerintah turunnya bukan kepada para petani, namun kepada cukong dan bandit. Karena ketika bantuan itu turun, para petani harus menebusnya seharga Rp12 juta. Jelas ini memeras para petani yang mesti ditindak tegas,” sambungnya.

Sebagai perwakilan dari para petani, Ajat menuntut agar Dinas Pertanian dan aparat penegak hukum segera melakukan tindakan tegas pada para oknum yang telah menyengsarakan para petani dengan menjualbelikan Alsintan.

“Kami menutut Kepala Distan Pandeglang agar segera turun tangan, jangan membiarkan para bandit menjual belikan Alsintan, bantuan benih dan segera tarik bantuan yang sudah dijual belikan itu. Karena ini bukan isapan belaka, namun faktanya memang sudah ada dan terjadi menimpa kami,” tuntutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Distan Pandeglang, Uun Junandar menegaskan, selama ini pihaknya selalu membagikan bantuan itu transparansi dengan membagikannya dibuat serimonial didepan publik agar tidak ada lagi oknum yang bermain.

“Selama ini oleh kami tak ada yang disembunyikan, kami selalu memberikan bantuan itu didepan publik. Kami juga berharap ketika Gapoktan menerima bantuan, agar menjelaskan kepada anggotanya. Tapi tidak sekedar memakai saja, harus bertanggungjawab soal perawatannya dan kebutuhan BBM,” ungkapnya.

(Med/Red)