SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan mutasi lebih dari 120 kepala sekolah (kepsek). Pemprov menargetkan mutasi rampung akhir Oktober 2026, dengan menyasar kepala sekolah yang bertugas jauh dari domisili, terlalu lama menduduki jabatan, hingga mereka yang masuk catatan evaluasi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Ai Dewi Suzana mengatakan mutasi bertujuan menata penempatan sekaligus menyegarkan jabatan kepsek yang telah menjabat selama satu hingga dua periode.
“Rencananya yang jauh didekatkan dan yang udah terlalu lama juga penyegaran dan ada beberapa juga yang memang catatan,” kata Ai, Senin (20/10/2026).
Selain menata penempatan dan menyegarkan jabatan, BKD juga menyiapkan pergantian kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Namun, Pemprov Banten harus menuntaskan tahapan administrasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum menjalankan mutasi.
Ai menjelaskan, urusan kepegawaian guru membutuhkan koordinasi dengan kementerian terkait. Setelah proses itu selesai, BKD mengajukan data ke sistem BKN untuk memperoleh pertimbangan teknis (pertek).
“Kalau urusan guru tidak hanya urusan BKN tapi harus dengan Kemendisdakmen,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Banten masih menghadapi kekosongan 49 jabatan kepsek. Untuk sementara, pemerintah menempatkan pelaksana tugas (Plt) guna menjalankan fungsi kepemimpinan di sekolah-sekolah tersebut.
BKD mencatat sekitar 2.000 orang mendaftar seleksi calon kepsek. Sebanyak 574 orang lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tes berbasis komputer atau computer assisted test (CAT).
Dengan 574 peserta yang lolos administrasi dan 49 jabatan yang tersedia, persaingan mencapai sekitar 12 peserta untuk setiap posisi. Para peserta juga harus menjalani asesmen sebelum pemerintah menentukan calon yang memenuhi syarat.
BKD akan menyelesaikan mutasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan seleksi untuk mengisi jabatan kosong. Ai menargetkan pengisian jabatan kepala sekolah rampung pada akhir 2026.
Terkait kekosongan jabatan, Ai mengklaim penempatan Plt tidak mengganggu administrasi sekolah.
“Kalau secara administrasi berjalan dengan baik ya,” katanya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
