Beranda Pilkada Serentak 2020 Ramaikan Bursa Pencalonan Walikota Cilegon, Arief Rivai Tantang Kandidat Ikrar di Masjid...

Ramaikan Bursa Pencalonan Walikota Cilegon, Arief Rivai Tantang Kandidat Ikrar di Masjid Sumpah

179
0
Arief Rivai Madawi. (Foto : Gilang)

CILEGON – Pernyataan mengejutkan diutarakan oleh Arief Rivai Madawi. Tokoh yang diketahui kini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) di PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), salah satu BUMD Pemkot Cilegon itu mengaku siap turut meramaikan bursa pencalonan Walikota Cilegon.

Arief mengatakan peluang untuk mengikuti kontestasi calon kepala daerah itu menyusul adanya dorongan yang ia peroleh dari sejumlah elemen masyarakat belakangan waktu ini untuk mengusung perubahan demi kemajuan daerah.

“Dengan melihat kondisi Cilegon sekarang, ya kalau masyarakat mendukung, kenapa tidak? saya akan berangkat dengan izin Allah. Yang penting adalah kita punya niatan untuk membangun Cilegon yang lebih baik. Kita lihat, kalau sudah pasti jelas nyalon, saya akan mundur (dari jabatan Dirut PT PCM),” ujarnya kepada BantenNews.co.id, Selasa (8/10/2019).

Mantan Ketua DPRD Cilegon periode 2009-2014 ini mengatakan Kota Cilegon tengah membutuhkan sosok yang jujur, amanah, berdedikasi tinggi, ikhlas dan terbuka demi mewujudkan cita-cita luhur para tokoh pendirinya. Untuk mewujudkan rencana itu, dirinya akan mencoba mengambil formulir pendaftaran dari beberapa partai politik yang tengah membuka penjaringan dalam waktu dekat.

“Visi keterbukaan, visi dalam hal membangun itu harus betul-betul diniatkan dari hati yang jujur, tak lain adalah kepentingan untuk masyarakat. Saya hanya ingin meluruskan visi misi awal dari berdirinya Kota Cilegon, karena saya adalah bagian dari sejarah itu sejak kita masuk di era reformasi dahulu. Jangan kemudian orang-orang yang tidak tahu masalah Cilegon ini ujug-ujug merasa dirinya paling memiliki,” terangnya.

Calon Walikota Ikrar di Masjid Sumpah

Keberadaan peninggalan sejarah berupa Masjid Sumpah yang terletak di RT 02 RW 02 lingkungan Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon turut menjadi perhatian mantan politisi partai Golkar ini. Bangunan di tengah pemukiman penduduk yang menjadi tempat pengakuan di bawah sumpah tersebut menurutnya perlu dilakukan para bakal calon kepala daerah sebagai bukti komitmennya untuk benar-benar memimpin demi memajukan daerah.

“Kita punya ikon peninggalan yang sangat besar, seperti Masjid Sumpah. Yoh, siapa pun calon pemimpin yang berniat tulus membangun Cilegon tanpa kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, kita bersumpah di situ supaya Cilegon lebih baik ke depannya. Artinya apa, kalau masyarakat memang menghendaki sebuah kejujuran, Masjid Sumpah itu semestinya menjadi ikon kita di Kota Cilegon. Karena akan ada akibatnya bagi yang melanggar sumpahnya sendiri,” tandasnya.

Masjid Sumpah di Lingkungan Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. (Foto : Gilang)

Di bagian lain, Wakil Ketua DKM Masjid Sumpah, Abdul Ghofar (67) mengungkapkan kebenaran kaitan dengan ritual pengucapan sumpah di masjid yang tidak pernah diketahui masyarakat kapan berdirinya tersebut.

“Jadi ngga sembarangan orang yang berani bersumpah disini, karena akibatnya itu macam-macam. Karena dia akan disalatin, dipakaikan kain kafan dan dipegangi al Quran di atas kepalanya. Jadi kalau dia melanggar, ya akan kena akibatnya seperti perutnya kembung, sampai sakit yang tidak sembuh-sembuh,” ungkapnya.

Warga asli setempat ini menerangkan, kelestarian rumah ibadah di atas lahan sekira 200 meter persegi itu hingga saat ini masih terjaga. Namun karena keterbatasan lahan itulah, kendati dikenal dengan sebutan masjid, tempat itu tidak dijadikan tempat peribadatan khususnya ibadah salat Jumat berjemaah.

“Jadi ya dari mana-mana selain dari Banten itu sendiri, sumpahnya disini. Biasanya kalau dulu sumpahnya itu kalau dia dituduh pelaku santet atau teluh, kalau sekarang itu seperti yang terakhir karena dituduh mencuri, dia yakin ngga nyuri dan berani disumpah di Masjid Sumpah. Jadi kalau calon-calon Walikota itu benar-benar tahu dengan masjid ini, dan orangnya memang ngga jujur, pasti takut sumpah lah,” tutur pria beranak tujuh ini. (dev/red)