Beranda Peristiwa Ramai Isu Permintaan Uang, Ketua BEM UMJ Sebut Hoaks

Ramai Isu Permintaan Uang, Ketua BEM UMJ Sebut Hoaks

Puluhan aktivis BEM UMJ saat unjukrasa. (Istimewa)

TANGSEL – Nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi sorotan, terkait isu permintaan sejumlah uang untuk pembatalan aksi terkait persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Diketahui, tuduhan itu muncul melalui tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar luas sejak awal pekan ini.

Dalam tangkapan layar tersebut, pengirim pesan menuding BEM UMJ meminta uang dengan nilai awal Rp50 juta yang kemudian disebut turun menjadi Rp20 juta.

Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa aksi demonstrasi batal apabila permintaan tersebut dipenuhi. Namun, hingga kini identitas pengirim maupun penerima pesan tidak diketahui.

Ketua BEM UMJ, Iqbal Ramadhan membantah keras tudingan tersebut. Ia menyebut informasi itu sebagai hoaks dan upaya framing untuk melemahkan gerakan mahasiswa.

“Kami pastikan itu tidak benar. Itu hoaks dan framing untuk memecah belah gerakan mahasiswa,” kata Iqbal, Selasa (13/1/2026).

Isu tersebut, lanjut Iqbal, sudah menyebar luas, termasuk di lingkungan internal kampus. Ia mengaku telah tiga kali dipanggil oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk memberikan klarifikasi.

“Ya, ini sudah pemanggilan ketiga dari kampus. Kami diminta menjelaskan langsung karena informasinya sudah sampai ke pimpinan,” bebernya.

Iqbal mengatakan klarifikasi terakhir dilakukan pada Senin (12/1/2026). Dalam pertemuannya, perwakilan Pemerintah Kota Tangsel juga hadir untuk meminta penjelasan.

“Kami sampaikan dengan tegas bahwa tidak pernah ada permintaan uang, apalagi pemerasan. Itu tidak pernah kami lakukan,” kata dia.

Iqbal mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang menyebarkan percakapan tersebut. Ia berharap pihak yang membuat dan menyebarkan informasi itu dapat dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu, pihak UMJ menyebut narasi yang beredar tuduhan tak berdasar.

“Kami menegaskan isu perminataan mahar atau imbalan kepada pemerintah kota Tangsel adalah tidak benar dan perbuatan oknum yang tidak tanggung jawab yang ingin menggembosi gerakan mahasiswa UMJ,” kata Rilis resmi UMJ, sebagaimana dikutip melalui Instagram @um.jakarta, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga :  Pasca Bencana Banjir dan Longsor Citorek, Warga Butuh Bantuan Air Bersih

Sebelumnya diberitakan, mahasiswa yang tergabung dalam BEM UMJ menggelar aksi demonstrasi di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (8/1/2026) lalu.

Dalam aksinya itu, mereka menyoroti krisis pengelolaan sampah di Tangsel pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang dan penetapan status Darurat Sampah oleh pemerintah daerah.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd