LEBAK – Budi, warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, menyatakan kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Warunggunung. Pihak puskesmas menolak anaknya yang tengah menderita demam tinggi.
Budi menjelaskan bahwa sang istri membawa anak mereka ke Puskesmas Warunggunung untuk memperoleh perawatan medis.
“Saat tiba di Puskesmas Warunggunung, petugas piket hanya memeriksa suhu tubuh anak saya dengan termometer. Petugas menyatakan demam tersebut hal biasa dan suhu tubuh wajar naik turun. Petugas lalu menyuruh anak saya pulang,” ujar Budi saat dihubungi, Senin (21/9/2026).
Budi mengungkapkan bahwa anaknya menderita demam tinggi selama tiga hari, mengigau, hingga sempat hilang kesadaran.
“Melihat kondisi itu, istri saya segera membawanya ke puskesmas terdekat, tetapi petugas memberikan penanganan yang mengecewakan. Saat istri saya meminta rawat inap, petugas beralasan ruang perawatan penuh dan menyarankan kami membawa anak ke rumah sakit,” lanjutnya.
Setelah puskesmas menolak merawat anaknya, sang istri membawa pulang sang anak dan memanggil mantri desa.
“Keluarga meminta bantuan mantri untuk merawat anak saya di rumah. Mantri memasang infus sehingga kondisi anak saya sempat membaik setelah suhu tubuhnya turun. Namun, keesokan harinya demam kembali kambuh dan tubuhnya lemas,” papar Budi.
Karena demam tak kunjung reda, Budi dan istrinya membawa sang anak ke klinik swasta untuk menjalani tes darah.
“Hasil laboratorium menunjukkan anak saya terjangkit demam berdarah. Saya sangat kecewa kepada puskesmas. Waktu itu istri saya meminta jalan keluar, tetapi petugas justru menyuruh kami pulang,” keluhnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lebak, Eka Dharmana Putera, membantah tudingan bahwa puskesmas menolak pasien. Menurutnya, kapasitas tempat tidur di Puskesmas Warunggunung saat itu memang terisi penuh.
“Petugas bukan menolak, melainkan kapasitas tempat tidur di Puskesmas Warunggunung sedang penuh saat keluarga meminta rawat inap. Orang tua pasien juga meminta pemeriksaan laboratorium, tetapi tenaga lab bertugas pada pagi hari, sehingga petugas menyarankan mereka datang kembali besok pagi,” jelas Eka kepada awak media.
Eka menambahkan, tim Puskesmas Warunggunung telah mengunjungi kediaman pasien hari ini untuk memeriksa kondisi lanjutan serta melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) guna memastikan penularan DBD.
“Prinsipnya, petugas medis wajib segera menangani kondisi kegawatdaruratan. Jika puskesmas tidak mampu menangani, petugas harus langsung merujuk pasien ke RSUD,” tegas Eka.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Wahyudin
