Beranda Peristiwa PUPR Pandeglang Tanggapi Keluhan Mahasiswa Soal Jalan Rusak di Mandalawangi

PUPR Pandeglang Tanggapi Keluhan Mahasiswa Soal Jalan Rusak di Mandalawangi

Warga Kecamatan Mandalawangi sedang melakukan bakti sosial di ruas jalan Pari - Karoya

PANDEGLANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Pandeglang menanggapi keluhan Keluarga Mahasiswa Mandalawangi (Kemangi) soal jalan rusak yang ada di Kecamatan Mandalawangi.

Kepala Dinas PUPR Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, terkait keluhan Kemangi pihaknya berjanji akan mengakomodir dan mencatat apa yang menjadi keluhan masyarakat di Mandalawangi.

Kata Asep, yang menjadi keluhan masyarakat di Kecamatan Mandalawangi kebanyakan mengenai infrastruktur jalan kabupaten yang mengalami rusak parah. Ada 3 ruas jalan yang dikeluhkan oleh Kemangi diantaranya ruas jalan Pari – Karoya, Cilimus Luhur – Karoya dan ruas Jalan Karoya Gunung Jalu.

“Yang disampaikan (oleh mahasiswa) bahwa yang dibutuhkan jalan terutama jalan yang menuju wisata Leuwi Bumi – Curug Tomo, nah untuk (ruas jalan) Leuwi Bumi sudah ditangani tahun ini tapi belum tuntas terus jalan Pari – Karoya juga sudah ditangani tahun ini dan tahun depan insyaallah juga ditangani melalui tender dini,” jelas Asep, Jumat (3/12/2021).

Asep membeberkan, pada tahun 2021 ini Kecamatan Mandalawangi mendapatkan alokasi anggaran Rp8,26 miliar untuk infrastruktur baik untuk pembangunan jalan, jembatan, irigasi maupun pelandaian lereng.

“Rencananya tahun 2022 ruas jalan Leuwi Putih – SPN Sirnagalih, Karoya – Gunung Jalu dan Pari – Karoya itu akan masuk tender dini karena perencanaannya sudah ada,” katanya.

Ia melanjutkan, selain pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Mandalawangi juga bakal dilakukan program pelandaian lereng karena daerah tersebut masuk dalam kategori rawan bencana longsor.

“Nanti ada pelandaian lereng dari program Flood Management in Selected River Basins (FMSRB) karena Mandalawangi ini berdasarkan Kawasan Rawan Bencana (KRB) longsor yang terletak di Desa Ramea,” ungkapnya.

Terpisah Wakil Komisi III DPRD Pandeglang, Iing meminta masyarakat juga ikut mengawal rencana pembangunan infrastruktur di Mandalawangi dengan mengawal perencanaan mulai dari Musrenbang dusun, Musrenbang desa hingga Musrenbang kecamatan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Mandalawangi terus dilakukan sejak tahun 2007 hingga 2021. Oleh karena itu, dirinya berharap di periode kedua Irna – Tanto pembangunan jalan di Mandalawangi bisa selesai.

“Kami mengajak kolaborasi kepada masyarakat bisa bersinergi dan berbagai tugas, kan ada Musdus, Musdes dan Muskec, terkait tahapan itu bagian tugas dari masyarakat untuk mengawal supaya masuk di Musrenbang kecamatan, setelah masuk dan terinput ke Bapeda itu tugas kami untuk mengawal di Musrenbang kabupaten jadi harus ada kolaborasi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemangi mendatangi Kantor DPRD Pandeglang untuk mengadukan jalan rusak yang ada di daerah mereka. Kedatangan mereka menuntut Pemkab Pandeglang segera menuntaskan pembangunan jalan di daerahnya karena sangat menganggu aktivitas warga. (Med/Red)