Beranda Peristiwa Puluhan Pelajar Pandeglang Terjaring Razia

Puluhan Pelajar Pandeglang Terjaring Razia

Pelajar Pandeglang yang terjaring razia. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Sekitar 28 Pelajar dari SMK 2 Kadubanen, SMA 2 Pandeglang, SMK PGRI, SMA Pasundan, SMAN 6 Pandeglang dan MA Arrohman tertangkap razia Satpol PP saat tengah asik main playstation di warnet tepatnya di belakang SMP 4 Kampung kebon Cau, Kelurahan Pandeglang.

Pelaksanan Bidang Tibum Tranmas Satpol PP Pandeglang, Dadang Hermawan mengatakan, pelajar yang tertangkap merupakan siswa SMK PGRI 6 orang, siswa SMKN 2 Kadubanen 1 orang, siswa SMA Pasundan 2 orang, siswa SMAN 6 sebanyak 1, siswa MA Arohman 2 orang, dan SMP 4 Pandeglamg 16 orang.

Selanjutnya puluhan pelajar itu diberikan pembinaan di MakoSatpol PP sebelum diserahkan ke gurunya masing-masing. Kata Dadang, saat ditanya alasan para pelajar ini mengaku kesiangan datang ke sekolah.





“Berdasarkan laporan warga minta ditertibkan karena sudah meresahkan, saat razia banyak yang kabur lebih dari 20 orang,’ kata Dadang usai razia, Senin (19/11/2018).

Perwakilan Guru SMK PGRI, Imam Faz mengaku, awalnya sekolah memperbolehkan siswa yang terlambat datang tetap mengikuti pelajaran dengan catatan diberikan sanksi, namun ternyata sanksi itu sama sekali tidak memberikan efek jera pada siswa sehingga membuat peraturan abru yakni siswa yang terlambat tidak dilerbolehkan masuk untuk mengikuti pelajaran.

Imam malah meminta pada Satpol PP untuk memberikan sanksi yang lebih tidak hanya pembinaan saja, ia juga mengharapkan Satpol PP lebih mengintensifkan lagi razia pelajar agar tidak ada lagi pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung.

“Sigit (salah seorang murid) memang butuh perhatian lebih, gelagatnya kelihatan (tidak baik), peraturannya boleh masuk tapi di hukum cuman tidak ada efek jera. Kalau peraturan yang sekarang jam 7.30 wib masuk dan yang lewat itu keluar, paling nanti diserahkan kembali ke guru BP untuk diberikan pembinaan,” katanya.

Sementara itu salah sorang siswa yang tidak mau menyebutkan namanya mengaku jika tertangkap oleh Satpol PP memang baru kali ini, sedangkan bolos sekolah ia mengaku sering melakukannya.

“Baru kali ini yang ketahuan (ketangkap), sisanya lupa,” ucapnya tanpa ada penyesalan. (Med/Red)