Beranda Peristiwa PTHKTI Tanam Serentak di Kabupaten Tangerang, Ajak Perempuan Peduli Bahan Pangan

PTHKTI Tanam Serentak di Kabupaten Tangerang, Ajak Perempuan Peduli Bahan Pangan

541
0
Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) di seluruh wilayah menggelar kegiatan tanam secara serentak pada Rabu (18/11/2020) (Rendy/BantenNews.co.id)

KAB. TANGERANG – Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) di seluruh wilayah menggelar kegiatan tanam secara serentak pada Rabu (18/11/2020).

Diketahui, yang terpilih oleh DPN Perempuan Tani HKTI untuk menjadi tuan rumah dalam acara tersebut ialah di Kampung Rawa Lini, Desa Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Ketua Umum Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto mengatakan keterbatasan pasokan kebutuhan pokok semakin menjadi di dalam situasi pandemi Covid-19. Maka, kegiatan tanam serentak tersebut merupakan salah satu bentuk aksi nyata ketahanan pangan.





Menurut dia, saat ini krisis pangan telah terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu lantaran, terjadinya penerapan lockdown di beberapa provinsi. Dijelaskan Dian, jika Presiden RI Joko pun telah mengakui akan terjadinya defisit bahan pangan.

Dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyatakan defisit bahan pangan ini akan memunculkan kenaikan bahan pangan di November, Desember 2020.

“Kenaikan itu akan memunculkan inflasi, dimana kita ketahui di bulan Oktober lalu kenaikan bahan seperti minyak goreng dan bawang mengalami kenaikan sekitar 0,07 persen,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya menginisiasi gerakan tanam serentak secara nasional dan mengajak seluruh kaum perempuan ikut turut serta melakukan kegiatan tersebut demi membantu sesama dan pemerintah dalam mengatasi krisis bahan pangan.

“Caranya cukup mudah kita manfaatkan lahan yang kosong dan juga bisa dilakukan di pekarangan rumah masing-masing untuk menanam pangan holtikultura,” terang Dian saat memberikan sambutan

Sementara itu Kepala Staf Presiden (KSP), Jendral TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan tidak mudah untuk melakukan kegiatan tanam secara serentak. Dan ia mengapresiasi segala keterbatasan dibuktikan karya nyata tanpa wacana.

“Perempuan Tani di Indonesia selalu dapat hadir gegap gempita membantu program pemerintah,” ujarnya dalam layar virtual.

Mantan Panglima TNI ini mengaku tidak ingin kaum perempuan ke depan mengeluh dengan harga kebutuhan pangan yang melonjak. Karena itu dapat teratasi jika kita melakukan penanaman sendiri di rumah masing-masing.

“Jangan ada lagi yang bilang harga cabe mahal, beras mahal, terong mahal dan bawang merah mahal, hentikan itu, semua dapat menanamnya di rumah masing-masing,” ujar Moeldoko.

“Apa susahnya nanam barang itu, buahnya bisa dijual, cara menanamnya ada petunjuknya, kita punya alat, kita punya air dan kita punya waktu. Terus apa lagi yang harus ditunggu,” sambungnya.

Dirinya berharap peran kaum perempuan di Indonesia bisa dapat menjadi penyangga harga kebutuhan bahan pangan. Jika itu merupakan sebuah realitas, tentu akan stabil dan sejahtera.

“Bayangkan saja satu orang menanam satu kilo hasilnya, bisa dibayangkan kalau seribu orang bisa berapa ribu ton itu,” tandas pria yang menjabat sebagai Ketua Umum HKTI ini.

(Ren/Red)