Beranda Kampus PT KSI dan Untirta Tanam 5.000 Mangrove di Pantai Gopek Karangantu

PT KSI dan Untirta Tanam 5.000 Mangrove di Pantai Gopek Karangantu

PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menanam 5.000 bibit mangrove di Pantai Gopek, Karangantu, Kota Serang.

SERANG – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menanam 5.000 bibit mangrove di Pantai Gopek, Karangantu, Kota Serang, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir dan menjaga kelestarian lingkungan.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KSI. Selain penanaman mangrove, perusahaan juga mendukung pembibitan 2.000 tanaman Kokoleceran (Vatica bantamensis), tumbuhan endemik khas Banten, di lahan seluas 30 meter persegi di Taman Nasional Ujung Kulon.

Direktur Utama PT KSI, Dazul Herman, mengatakan pelestarian lingkungan membutuhkan langkah nyata dan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, PT KSI mendukung program konservasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Ketua Pelaksana LPPM Untirta, Dr. Ir. Sirajuddin, mengapresiasi dukungan PT KSI dalam kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir. Ia mengatakan, Untirta telah melakukan upaya menjaga kawasan mangrove Pantai Karangantu selama satu tahun terakhir.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga pemulihan ekosistem pesisir berjalan secara konsisten.

Tokoh masyarakat Banten, K.H. Embay Mulya Syarief, juga mengajak masyarakat menjadikan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Menurutnya, menanam pohon dan merawat lingkungan merupakan bentuk kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah Pelabuhan Karangantu sebagai salah satu pusat aktivitas maritim pada masa Kesultanan Banten.

Penanaman mangrove ini melibatkan unsur TNI dan Polri, Dinas Lingkungan Hidup, manajemen PT KSI, sivitas akademika Untirta, tokoh masyarakat, warga, serta pelajar setempat.

Melalui kegiatan ini, para pihak berharap kawasan pesisir Karangantu semakin terjaga, risiko abrasi dapat ditekan, dan kelestarian ekosistem mangrove tetap terpelihara.

Baca Juga :  Akademisi Untirta Peringatkan Risiko Gaji ASN Disalurkan Lewat KDKMP

Ke depan, pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan bibit menjadi bagian penting agar program rehabilitasi lingkungan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan. ***