Beranda Bisnis PT KS Lirik Pelabuhan Warnasari

PT KS Lirik Pelabuhan Warnasari

Lahan Warnasari yang akan dibangun pelabuhan daerah. (Foto : Gilang)

CILEGON – Rencana Pemkot Cilegon membangun pelabuhan Warnasari melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) masih terus berproses. Sejumlah tahapan perizinan di pemerintah pusat masih dilakukan untuk pembangunan di atas lahan seluas 45 hektar tersebut.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, kendati masih dalam tahap perencanaan, namun rencana itu juga sudah mengundang minat dari PT Krakatau Steel (KS), salah satu BUMN yang pusat produksinya di Kota Cilegon.

“KS itu berminat juga sama Warnasari. Kalau saya melihatnya lebih untung ya, karena itu kan di atas hamparan KS. Terus kalau kerja sama nih, kita bikin jalan masuk juga ngga terlalu ini (sulit). Keuntungan kita secara finansial, kesempatan dan sebagainya,” ujar Edi Ariadi, Kamis (3/1/2019) kemarin.

Dikatakan Edi, Pemkot Cilegon pun mengapresiasi minat pabrik baja tersebut. Terlebih setelah Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) kaitan rencana pembangunan pelabuhan itu pun sudah berakhir. Menyangkut akses jalan menuju Warnasari, menurutnya akan lebih mudah terbangun lantaran lahan Warnasari terdapat di dalam kawasan industri yang dikelola oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), salah satu anak perusahaan PT KS.

“Masa MoU dengan Bosowa itu sudah habis, ya sekitar dua atau tiga bulan lalu. Karena kan ada batas waktunya MoU itu. Apalagi kabarnya, Dirut KS itu teman baiknya Bosowa,” terangnya.

Sementara Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha PT KS, Ogi Rulino mengungkapkan kesamaan segmentasi bisnis yang sudah dijalani PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan KS lainnya dengan pelabuhan yang akan dibangun pemerintah daerah, menjadi pertimbangan pihaknya melirik peluang kerja sama tersebut.

“Namanya KS itu kan kita bicara pengembangan ke depan. Ada yang kita bisa kerja sendiri atau kita kerjasamakan, kita lihat peluang-peluang itu. Karena kalau KBS itu kan core-nya di pelabuhan. Dari Pemkot Cilegon punya lahan, nah mungkin kita bisa kerja sama di situ,” ujarnya, Jumat (4/1/2019).

Terkait dengan pola kerja sama yang akan dibangun, lanjut Ogi, hal itu bisa memungkinkan dengan kesepakatan dalam opsi kerja sama. “Kita bisa kerja sama operasi, bisa BOT (Build Operate Transfer), ya bisa macam-macamlah. Karena kita belum diskusi, tapi baru peminatan saja. Jadi termasuk nilai investasi pun belum kita pastikan,” terangnya.

Sementara Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah mengatakan hingga saat ini sejumlah tahapan perizinan terus dipenuhi pihaknya agar rencana pembangunan pelabuhan dapat terealisasi.

“Semua perizinan kita sudah on progress, seperti amdal yang sudah selesai. Kemudian RIP (Rencana Induk Pelabuhan) yang sudah di Kemenhub, ya itu pun masih berproses karena kan banyak pelabuhan dan TUKS di Banten yang mengajukan perubahan, sehingga semua termasuk Warnasari menunggu pengesahan RIP baru. Makanya kita tidak bisa sendiri-sendiri,” katanya. (dev/red)