Beranda Peristiwa PT ASDP Merak Akui Pendataan Manifes Manual Belum Maksimal

PT ASDP Merak Akui Pendataan Manifes Manual Belum Maksimal

Petugas pencatatan manifes calon penumpang kapal di Pelabuhan Merak. (Gilang)

MERAK – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan pendataan manifes penumpang kapal melalui pola integrated system.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Fahmi Alweni mengatakan, sistem pendataan manual ini ke depan akan direalisasikan dengan pola integrasi agar jalannya sistem juga diketahui oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten.

“Saat ini kita bersama teman-teman dari Gapasdap lagi mencari pola yang tepat untuk sistem ini, jadi pendataan manifes ini juga terintegrasi ke KSOP, sambil kami secara terus menerus memperbaiki sistem yang ada pada kami saat ini,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (23/7/2018).





Seperti yang diberitakan sebelumnya, seraya mempersiapkan infrastruktur sistem yang lebih memadai, BUMN tersebut saat ini sudah menerapkan sistem manual untuk pendataan manifes penumpang kapal dengan menyiagakan personel gabungan yang berjumlah 8 orang untuk setiap shiftnya.

“Sekarang memang kita masih menyediakan form atau blangko ya, tapi ke depan kita akan lebih baik lagi untuk persiapan sistemnya. Kita juga meminta calon penumpang kapal untuk menyadari, bahwa dengan manifes itu membuktikan kalau mereka juga diasuransikan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, penerapan data manifes penumpang kapal ini menyusul adanya pernyataan keras dari KSOP Klas I Banten yang akan mengambil tindakan tegas kepada sejumlah pihak baik itu operator pelabuhan maupun pengusaha kapal bila mulai awal Agustus 2018 mendatang mengabaikan perintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 25 Tahun 2016 tentang Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan itu.

Pada bagian lain, Fredi (24) salah seorang sopir truk yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Merak merasa lebih nyaman dengan adanya pendataan manifes calon penumpang kapal tersebut.

“Ya kita merasa dilindungi juga, jadi identitas kita yang mau nyeberang ini diketahui. Tapi tadi yang ditanya (oleh petugas pencatatan manifes) cuma nama, plat nomor dan jumlah penumpang. Ke depan kalau bisa juga alamat lengkap itu tercatat, biar lebih validlah, soalnya tadi itu kita tidak dimintai KTPnya,” ujarnya. (dev/red)