Beranda Pemerintahan Program DPMP3AKB Tangsel untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Program DPMP3AKB Tangsel untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

(Sumber foto: suara.com)

TANGSEL – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan tujuh program unggulan untuk menekan angka kekerasan pada anak dan perempuan.

Dijelaskan Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati, tujuh program tersebut di antaranya, pembentukan kelompok bina keluarga balita dan bina keluarga lansia. Kedua, pembentukan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) dan generasi berencana.

“Yang ketiga, bimbingan pra nikah bagi remaja untuk mencegah pernikahan di usia anak. Lalu ada kegiatan peningkatan ekonomi keluarga, karena salah satu penyebab kekerasan adalah rendahnya ekonomi keluarga. Yang kelima, membentuk PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga),” jelas Khairati saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2022).

Lanjut Khairati, yang keenam membentuk UPTD P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) untuk menangani kasus kekerasan perempuan dan anak. Dan yang terakhir, membentuk jejaring perlindungan perempuan dan anak (satgas PPA dan PATBM)

“Dalam hal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang paling terpenting adalah semua kasus yang terjadi terlaporkan dan tertangani dengan baik sampai tuntas,” paparnya.

Yang menjadi catatan penting, kata Khairati, pihaknya tidak akan pernah bisa untuk menghilangkan sama sekali kasus kekerasan karena kejahatan tetap akan selalu ada sejak manusia diciptakan oleh Tuhan.

Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah upaya pencegahan secara masif dan terus menerus. Peran serta seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, dunia usaha, keluarga, masyarakat dan media massa) sangat diperlukan untuk melakukan upaya pencegahan secara bersama-sama dan terpadu sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Karena penyebab masalah kekerasan perempuan dan anak sangat kompleks, antara lain rendahnya pengetahuan agama, ekonomi rendah, pola asuh yang salah, pengaruh negatif dari gadget, pornografi, pergaulan bebas, Napza dan lain-lain,” ungkapnya.

“Mari bersama cegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Segera laporkan jika mendengar, melihat atau mengalamai kekerasan,” tutupnya.

(Ihy/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disini