Beranda Opini Pramuka dan Karakter Bangsa (1)

Pramuka dan Karakter Bangsa (1)

Ilustrasi - foto istimewa KalderaNews.com

Oleh: Juhji, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia ICMI Orda Kabupaten Tangerang, Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Pada tanggal 14 Agustus, Indonesia memperingati hari Pramuka, sebagai Gerakan Praja Muda Karana. Praja Muda Karana berarti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Makna yang sangat mendalam jika diresapi dan diaktualisasikan oleh setiap pemuda yang ada di negeri tercinta. Mengapa tidak, karena Praja Muda Karana banyak mengajarkan nilai-nilai karakter bangsa yang harus terus dipupuk agar tidak punah dimakan waktu dan digerus peradaban milenial yang mengesampingkan nilai-nilai luhur dan karakter bangsa.

Gerakan Pramuka merupakan organisasi non-formal yang menyelanggarakan kepanduan di Indonesia. Banyak karakter positif yang harus dipertahankan dan diaktualisasikan oleh para pemuda Indonesia, khususnya di era milenial ini. Karaker itu meliputi: (1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (3) Patriot yang sopan dan kesatria; (4) Patuh dan suka bermusyawarah; (5) Rela menolong dan tabah; (6) Rajin, terampil dan gembira; (7) Hemat, cermat dan bersahaja; (8) Disiplin, berani dan setia; (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya; dan (10) Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Kesepuluh karakter ini akan diuraikan sebagai berikut:

Pertama, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para pemuda harus beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Swt. Ini menjadi landasan utama bagi seseorang agar segala macam perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Dengan bertaqwa kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, para pemuda hendaknya berupaya melaksanakan segala perintah-Nya dan berupaya meninggalkan segala macam larangan-Nya. Ketaqwaan pemuda akan menjadi modal utama dalam membangun bangsa, negara, dan agama.

Kedua, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Para pemuda Indonesia harus memiliki kewajiban untuk mencintai alamnya, mencintai lingkungannya, mengasihi sesama manusia meski berbeda prinsip, keyakinan, dan agama. Pemuda yang memiliki rasa cinta terhadap alam dan lingkungan akan menjadikan alam dan lingkungan mereka nyaman, damai, dan sejahtera. Selain itu, mengasihi terhadap sesama manusia juga bagian yang harus ditanamkan kepada para pemuda, terutama di masa pandemi ini. Kepedulian dan kepekaan sosial tidak boleh hilang digerus arus perkembangan zaman.

Ketiga, patriot, sopan, dan kesatria. Membela tanah air, sopan dalam kepribadian di tengah-tengah pergaulan masyarakat yang heterogen, serta gagah berani harus dipupuk dan dipatrikan kepada para pemuda agar mereka gagah perkasa, siap, dan berani melawan penjajah baik yang kasat mata atau pun yang tidak.

Di era revolusi industri ini, peran pemuda sangat penting terutama dalam melawan berita-berita bohong yang bertebaran di media sosial. Dengan mudah sekali berita itu menyebar tanpa adanya kroscek terlebih dahulu akan akurasi dan kebenarannya. Seorang pemuda hendaknya berani dan gagah dalam melawan kebohongan dan kebodohan.

Keempat, patuh dan suka bermusyawarah. Para pemuda harus menjunjung kesetiaannya dan bersedia melaksanakan segala sesuatu apa pun yang bermanfaat dan berguna yang telah disepakati dan ditentukan bersama dengan menjunjung musyawarah-mufakat dan saling menghormati perbedaan pendapat. Kepatuhan akan hal-hal yang disepakati bersama tentu akan menjadikan sebuah komitmen dalam bermasyarakat dan berorganisasi. Pemuda harus mengedepankan musyawarah jika mereka menemui sebuah perbedaan. Bukankah dalam perbedaan itu ada kasih sayang yang harus dipupuk bersama dengan rasa saling asah dan saling asuh. Jika ini dilakukan maka tidak lagi terdengar adanya tawuran antar pemuda dan perkelahian antar remaja.

Kelima, rela menolong dan tabah. Para pemuda harus melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu dengan tujuan agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan masalah serta tantangan yang dihadapi oleh mereka. Terlebih di masa pandemi ini, sikap saling bantu dan tolong menolong terhadap orang lain sangat penting dan perlu dilakukan. Ketatabahan dan keuletan para pemuda dalam membantu dan menolong kepada sesama akan menjadikan jiwa meraka tahan uji dan tahan banting dalam mengadaptasikan diri di ruang-ruang publik. (bersambung…)

(***)