Beranda Pemerintahan Populasi Ternak Ruminansia di Lebak Capai 76 Ribu Ekor, Didominasi Domba dan...

Populasi Ternak Ruminansia di Lebak Capai 76 Ribu Ekor, Didominasi Domba dan Kambing

Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Lebak, Andi saat diwawancara terkait populasi hewan,/Aldo Marantika/Bantennews.

LEBAK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak mencatat bahwa hingga saat ini populasi ternak ruminansia di Kabupaten Lebak mencapai 76 ekor.

Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Lebak, Andi mengatakan, berdasarkan data BPS, populasi ternak di Kabupaten Lebak terdiri dari domba dan kambing sebanyak 62.000 ekor, kerbau 12.000 ekor dan sapi 2.000 ekor. Menurutnya, jumlah besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi Puskeswan yang fokus melayani peternak rakyat.

“Untuk sapi memang prospeknya penggemukan, ada perusahaan di Rangkasbitung. Tapi itu bukan sasaran Puskeswan, kami hanya untuk peternak rakyat, baik kelompok maupun perorangan,” kata Andi kepada awak media, Jumat 3 Juli 2026.

Dikatakan Andi, untuk memberikan pelayanan terhadap ribuan hewan itu pihaknya menerapkan pola surveilans aktif seminggu sekali melalui petugas di setiap Kecamatan sesuai jadwal pelayanan.

“Petugas yang melakukan surveilans aktif tidak hanya mengobati, tetapi juga mengedukasi peternak. Pasalnya, kesadaran biosecurity seperti sanitasi kandang masih kurang,” ungkapnya.

Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi pengobatan ternak sakit akibat perubahan cuaca, seperti demam, batuk dan mencret pada kambing dan domba, melalui pemberian antibiotik atau vitamin.

“Program utama yang diruntinkan adalah pencegahan cacingan setiap 3 bulan sekali, mengingat penyakit ini bisa menular dari pakan dan air minum. Makanya kami rutinkan datang ke peternakan untuk pengobatan cacing,” ujarnya.

Sementara, untuk program vaksinasi PMK saat ini sedang berjalan dan dilaporkan melalui aplikasi Siknas Kementerian.

“Vaksinasi PMK baru berjalan untuk ternak besar seperti sapi dan kerbau. Kalau untuk domba dan kambing belum, karena yang rentan tertular penyakit itu ternak besar,” terangnya.

Lebih lanjut Andi menyampaikan, adapun yang menjadi kendala utama petugas di lapangan yaitu cakupan wilayah yang sangat luas. Oleh karena itu, pihaknya melakukan kolaborasi dengan mantri di desa dan membuka akses komunikasi dengan pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Belasan Perda di Banten Mandek, 15 Aturan Turunan Belum Rampung

“Kami memberikan kontak kepada para peternak, jadi kalau ada apa-apa bisa cepat lapor. Koordinasi juga kami lakukan dengan mantri di desa,” tandasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika

Editor : TB Ahmad Fauzi