Beranda Bisnis PLN Bantah Kabel Semrawut di Tangsel Miliknya

PLN Bantah Kabel Semrawut di Tangsel Miliknya

Ilustrasi - foto istimewa

TANGSEL – Perusahaan Listrik Negara (PLN) membantah bahwa kabel yang semrawut, khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) miliknya.

Seperti diberitakan BantenNews.co.id sebelumnya, hampir di setiap kecamatan terutama di pinggir jalan, terdapat kabel-kabel yang menggelantung semrawut, bahkan ada yang sampai terjatuh, sehingga membahayakan warga.

BACA : Banyak Kabel Semrawut di Tangsel, Pemkot dan PLN Janji Akan Benahi





Menanggapi hal itu, Asisten Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten Bernanto mengatakan, jika kabel-kabel yang semrawut tersebut bukan milik PLN, melainkan kebanyakan adalah kabel TV.

“Biasanya kabel-kabel yang semrawut itu kebanyakan kabel optik telpon atau kabel TV. Kalau kabel PLN berbeda. Biasanya terletak paling atas di antara kabel-kabel itu, dan bentuknya pun berbeda dengan kabel data milik TV Kabel,” ujar Bernanto, Rabu (11/11/2020).

Terkait banyaknya pemberitaan soal kabel semrawut, pihak PLN melempar tanggung jawab itu kepada Pemkot Tangsel. Pasalnya, kabel-kabel itu bukan milik PLN melainkan pihak lain, dimana Pemkotlah yang seharusnya mengawasi sekaligus memberi izin waktu pertama kali kabel-kabel itu berdiri.

“Dulu pernah juga ada berita ini, ya sebaiknya pihak Pemkot lah yang tanggung jawab, kan mereka yang kasih izin untuk penarikan kabel-kabel optik itu. Cuma jadi PLN yang disalahkan, coba kalian gali seperti apa pengawasan dari Pemkot terkait izin kabel-kabel optik,” terang Ber, panggilan akrabnya.

Dilanjutkan Ber, untuk kabel PLN yang bertegangan menengah semuanya sudah ditanam (kabel tanam). Kecuali kabel yang bertegangan rendah yang disambungkan ke pelanggan masih banyak yang di atas.

“Kalau PLN kan Jaringan Tegangan Menengah semua tanam, tapi Jaringan Tegangan Rendah yang disambungkan ke pelanggan masih banyak yang di atas, kecuali untuk beberapa perumahan yang sudah rapi menerapkan kabel bawah tanah,” ungkapnya.

(Ihya/Red)