Beranda Pemerintahan Plh Bupati Serang Tegaskan Tim BPNT Tak Boleh Minta ‘Jatah’ ke Supplier

Plh Bupati Serang Tegaskan Tim BPNT Tak Boleh Minta ‘Jatah’ ke Supplier

Rapat Koordinasi atau Rakoor Tim Koordinasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Selasa (23/2/2021).

KAB. SERANG – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri memimpin Rapat Koordinasi atau Rakoor Tim Koordinasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Selasa (23/2/2021).

Dalam rapat tersebut, Entus menegaskan kepada aparat pemerintah daerah yang terlibat untuk mengutamakan kepentingan keluarga penerima manfaat program BPNT.

“Saya tekankan kepada seluruh aparat pemerintah daerah yang terlibat di dalam memfasilitasi program BPNT ini, satu yang harus dilakukan yang diutamakan kepentingan keluarga penerima manfaat. Tidak boleh ada kepentingan yang lain,” ujarnya yang ditemui usai Rakoor di Aula KH. Syam’un Setda Kabupaten Serang.





Lanjut Entus, ia menginstruksikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk menyiapkan honor dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukkan tim koordinasi tingkat Kabupaten hingga Desa.

“Makanya dalam tim ini juga saya meminta kepada Dinas Sosial siapkan honornya dari APBD. Tidak boleh mengambil dari mana-mana apalagi dari supplier, haram itu. Tidak boleh. Jadi kerja tim koordinasi ini harus dikasih honor dari APBD,” jelasnya.

Entus juga mengingatkan kepada aparat pemerintah daerah yang terlibat dapat menyukseskan program BPNT tahun 2021 dengan mengupayakan kepentingan keluarga penerima manfaat.

“Bagi tim aparat pemerintah daerah, satu hal yang harus diupayakan adalah bagaimana kepentingan keluarga penerima manfaat ini bisa difasilitasi dengan baik, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah. Semuanya bergerak ke situ. Oleh karena itu, OPD-OPD terkait Dinas Pertanian, Dinas Koperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, ini semua bergerak untuk memfasilitasi hal itu,” paparnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga membahas evaluasi penyelenggaraan BPNT. Entus mengatakan program BPNT tahun 2021 harus lebih baik dibanding dengan tahun 2020.

“Dalam evaluasi itu memang ada beberapa hal yang harus kita perbaiki. Pertama soal e-warung, pendamping, komoditi yang dibagikan ke masyarakat penerima, dan soal data. Nah ini kita perbaiki semua, kita menghendaki tahun 2021 program BPNT ini lebih baik dibanding tahun 2020,” ucapnya.

(Tra/Nin/Red)