Beranda Pemerintahan PKL Akan Kembali Berdagang di Stadion Maulana Yusuf Ciceri

PKL Akan Kembali Berdagang di Stadion Maulana Yusuf Ciceri

353
0
Suasana dialog PKL dengan Satpol-PP Kota Serang

SERANG – Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di Stadion Maulana Yusuf. Para PKL nekat untuk kembali berjualan lantaran Satpol PP dan Disperindagkop Kota Serang tidak berani menjamin keamanan para PKL dari premanisme serta tidak menjamin PKL mendapatkan tempat di daerah relokasi yaitu Kepandean pada saat berdialog di pasar Kepandean, Jum’at (1/3/2019).

Dalam dialognya bersama PKL, Kepala UPT Pasar pada Disperindagkop Kota Serang, Sugiri mengatakan pihaknya tidak memiliki tanggung jawab dalam memfasilitasi kebutuhan PKL yang direlokasi dari stadion. “Kami disini hanya menyediakan lahan saja,” ujarnya.

Menurutnya, PKL yang berada di stadion bukanlah direlokasi, melainkan ditertibkan.

“Relokasi itu untuk pedagang formal. Seperti pedagang di Pasar Banten, kami relokasi ke Margaluyu. Namun untuk pedagang Informal seperti PKL, itu bukan relokasi, melainkan penertiban,” ujarnya.

Ia pun menjamin bahwa para PKL pindahan Stadion tidak akan dipungut biaya sepeser pun dari pihak Pemkot.

“Saya menjamin tidak akan ada pungutan dari orang berseragam (Pemkot), tapi saya tidak menjamin kalau ada preman yang mengambil pungutan,” ucapnya.

Di pertengahan dialog antara pihak Disperindagkop dengan para PKL, muncul seorang oknum yang diduga preman dalam kondisi mabuk mempertanyakan kebedaraan PKL Stadion di pasar Kepandean. Oknum yang diduga preman tersebut membubarkan diri setelah rekannya yang lain memaksa dirinya untuk pergi.

Koordinator PKL, Budi mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan pernyataan dari Perwakilan Disperindagkop. Budi merasa Pemkot telah membohongi para PKL stadion karena lokasi Kepandean jauh dari apa yang dijanjikan oleh Pemkot.

“Kami merasa kecewa dengan Pemkot, tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Bahkan Disperindagkop sendiri tidak memahami peta lokasi untuk kami berdagang nantinya,” ucapnya kesal.

Ia juga mempertanyakan fungsi dari Satpol PP sendiri, karena pada saat kejadian adanya oknum yang diduga preman menghampiri mereka, Kepala Satpol PP sedang berada disana dan tidak melakukan apapun.

“Teman-teman media melihat sendiri kan, itu tadi ada preman datang. Dan Kasatpol PP hanya diam saja. Gimana nanti kami yang berhadapan dengan mereka,” ujarnya.

Ia pun berkomitmen bersama PKL lainnya untuk terus berjualan di Stadion hingga lokasi pasar Kepandean sudah siap untuk digunakan.

“Kami akan tetap berjualan di sini setiap Jum’at malam dan Sabtu malam hingga Kepandean sudah siap kami gunakan. Cukup dua hari saja, dan kami sudah siap menerima segala resikonya,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Satpol PP Kota Serang enggan memberikan komentar mengenai kejadian tersebut. Ia mengatakan akan bersedia diwawancarai oleh awak media ketika di Stadion, namun ia tidak kunjung hadir. (Dhe/Red)