Beranda Pendidikan PKh Hima Untirta : Disabilitas Itu Bukan Penyakit

PKh Hima Untirta : Disabilitas Itu Bukan Penyakit

375
0
Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) menerima kunjungan dari pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus (Hima PKh) Untirta

SERANG – Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) menerima kunjungan dari pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus (Hima PKh) Untirta. Kunjungan tersebut dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI), yang akan diperingati pada 3 Desember mendatang.

Wakil Ketua Hima PKh Untirta, Rilva mengatakan bahwa kehadiran pihaknya untuk saling berdiskusi dan silaturahmi, terutama berkaitan dengan pemberitaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau anak penyandang disabilitas.

“Kami ingin berdiskusi saja, saling berbagi terkait dengan ABK dalam pemberitaan. Karena beberapa kali kami membaca bahwa ada pemberitaan yang masih menggunakan bahasa yang diskriminasi, meskipun bukan di Banten,” ujarnya di Sekretariat PWKS, Minggu (22/11/2020).



Menurutnya, terdapat beberapa penggunaan kata dalam pemberitaan yang mereka lihat, masih menggunakan kata yang kurang sesuai dan mengarah pada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

“Misalkan, masih ada yang menyebut disabilitas merupakan penyakit. Padahal disabilitas itu bukan penyakit. Lalu seperti penggunaan kata normal dalam pemberitaan disabilitas, itu juga diskriminatif,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi PWKS yang konsisten dalam mengawal isu disabilitas, dan penggunaan kata dalam pemberitaan pun tidak mendiskriminasi dan sesuai kaidah komunikasi dengan penyandang disabilitas.

“Kami mengucapkan terimakasih, dan kami berharap antara Hima PKh dan PWKS dapat menjadi mitra dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar stigma negatif terhadap penyandang disabilitas bisa hilang,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWKS, M. Tohir, mengucapkan terimakasih kepada Hima PKh Untirta yang telah berkunjung dan berdiskusi terkait pemberitaan ABK. Ia mengatakan, pihaknya sudah menggunakan bahasa yang ramah disabilitas.

“Karena kami juga sering memberitakan terkait dengan kegiatan teman-teman PKh dan isu-isu disabilitas. Bahkan sempat dalam kegiatan STQ yang ternyata menggunakan kata cacat netra, kami kritik dalam pemberitaan,” ungkapnya.

Bendahara PWKS, Meghat. Menurutnya, PWKS sudah sangat awas dengan penggunaan istilah-istilah dalam pemberitaan disabilitas. Ia pun memberi masukan agar Hima PKh dapat membuat kegiatan sosialiasi kepada masyarakat, agar stigma negatif terhadap disabilitas dapat benar-benar hilang.

“Karena kan saat ini yang menjadi goal adalah masyarakat tahu, disabilitas itu bukan cacat atau penyebutan negatif lainnya. Karena berkaca pada kasus Anta, tuna grahita saja disebut gangguan jiwa. Kami dari PWKS siap untuk membantu dalam mempublikasikannya,” ucapnya.

(Dhe/Red)