Beranda Pemerintahan Pilar: Program MBG Jadi Kunci Kejar Target Penurunan Stunting Tangsel 7,5 Persen...

Pilar: Program MBG Jadi Kunci Kejar Target Penurunan Stunting Tangsel 7,5 Persen pada 2026

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan

TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung target penurunan angka stunting di Kota Tangsel hingga 7,5 persen pada 2026.

Menurut Pilar, sebanyak 131 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan di Tangsel harus memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling rentan mengalami stunting.

Ia menegaskan, penanganan stunting harus menjadi sasaran strategis Program MBG, terlepas dari dinamika yang terjadi di tingkat pusat, termasuk adanya penyesuaian kepengurusan di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Harapannya penanganan stunting, yaitu masalah ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak-anak pada seribu hari pertama kehidupan hingga usia dua tahun. Itu harus menjadi sasaran strategis daripada program MBG,” kata Pilar, Senin (22/6/2026).

Keponakan mantan Gubernur Banten tersebut mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung pelaksanaan program itu di tingkat kewilayahan. Namun, fokus utama Pemerintah Kota Tangsel tetap pada upaya menurunkan angka stunting.

“Program pusat tetap berjalan, tapi fokus Tangsel itu penurunan stunting,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, Pemkot Tangsel telah mengumpulkan seluruh kepala SPPG se-Tangsel pada Mei lalu. Pertemuan tersebut, kata Pilar, akan terus dilakukan guna menyamakan persepsi terkait target penerima manfaat program.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan bantuan MBG harus benar-benar dirasakan oleh siswa sekolah maupun kelompok sasaran stunting lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Target penerima manfaat ini harus benar-benar dirasakan oleh siswa sekolah ataupun target-target stunting lainnya, seperti ibu hamil dan kelompok rentan lainnya,” terangnya.

Selain berfokus pada pemenuhan gizi, Pilar menilai Program MBG juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan catatan yang diterimanya, sekitar 90 persen tenaga kerja yang terlibat di sejumlah dapur MBG berasal dari warga setempat.

Baca Juga :  BKPP Cilegon : CPNS Minim Pelamar Tidak Menjamin Peluang Lolos Tes

“Saya sering keliling meninjau SPPG dan bertanya langsung kepada para pegawainya. Hampir 90 persen tenaga kerja diserap dari masyarakat lokal,” ungkapnya.

Menurut Pilar, program nasional yang didukung anggaran besar harus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja.

Saat ini, Tangsel memiliki 131 dapur SPPG, dengan 109 dapur di antaranya telah beroperasi. Sementara sisanya masih dalam tahap persiapan lahan, pembangunan fasilitas, dan pembenahan teknis.

Berdasarkan catatan Pemkot Tangsel, angka stunting di wilayah tersebut meningkat dari sekitar 9,2 persen menjadi 10,5 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka itu turun menjadi 7,5 persen pada 2026.

Sementara itu, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting tercatat sekitar 0,7 persen dari sekitar 120 ribu balita yang telah ditimbang.

Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo