Beranda Pemerintahan BKPP Cilegon : CPNS Minim Pelamar Tidak Menjamin Peluang Lolos Tes

BKPP Cilegon : CPNS Minim Pelamar Tidak Menjamin Peluang Lolos Tes

Kepala BKPP Cilegon, Mahmudin (Gilang)

CILEGON – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin menegaskan, minimnya jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk sejumlah formasi jabatan tidak menjamin peluang dan kesempatan peserta untuk dapat lolos semakin besar.

Pernyataan itu dikatakan Mahmudin menyusul baru adanya satu pelamar untuk jabatan dokter spesialis bedah ahli pertama dan analis perumahan yang baru diminati tiga pelamar dari total jumlah 2.109 pelamar di seluruh jabatan pada Jumat (5/10/2018) siang.

“Dua jabatan itu (dokter spesialis bedah ahli pertama dan analis perumahan) masing-masing tersedia satu kursi. Meskipun dengan satu pelamar atau pun tanpa pelamar, tes tetap akan kita laksanakan. Cuma kalau tanpa pelamar kan otomatis jabatan tidak terisi, kalau ada satu pelamar ya saya berharap bisa lolos passing grade. Cuma kan nilai passing gradenya belum ditentuin, karena akan ada rapat-rapat teknis dulu yang membahasnya,” ujarnya saat ditemui di ruang Verifikator berkas pendaftaran CPNS online di Aula Setda II Pemkot Cilegon.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih optimistis bahwa jumlah pelamar sebagai abdi negara itu mampu mencapai 7.000 pelamar hingga batas akhir pendaftaran 15 Oktober mendatang.

“Makanya kita masih tetap bersabar, menunggu mudah-mudahan besok atau lusa jumlah pelamar terus bertambah. Kita menduga, masih sepinya pelamar untuk dua jabatan itu karena mereka masih ngintip, atau mereka masih kesulitan membuka web BKN, masih mengumpulkan berkas atau pun masih berpikir karena masih banyak waktu, karena pendaftaran ini kan diundur,” katanya.

Untuk mendongkrak jumlah pelamar di dua jabatan itu, lanjut Mahmudin, pihaknya juga meminta kepada OPD yang akan berkepentingan dengan lowongan CPNS itu untuk dapat bekerja sama.

“Saya sudah koordinasi dengan teman-teman OPD, seperti ke Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, tadi juga saya sudah koordinasi minta tolong disebarin (lowongan kerja CPNS), paling tidak formasi itu tidak kosong melompong, nanti malah mubadzir,” tandasnya. (dev/red)