PANDEGLANG – Kekeringan masih menyulitkan warga Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, mendapatkan air bersih. Meski hujan beberapa kali turun sejak Agustus, sumur gali warga belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Pandeglang menyalurkan 6.000 liter air bersih ke Kampung Baru dan Kampung Kadudampit, Desa Pasir Karag, Selasa (27/10/2026).
Pantauan di lokasi, dua mobil tangki memasok air bersih ke permukiman warga. Sejumlah warga, terutama ibu-ibu, langsung mengantre sambil membawa ember dan jeriken untuk mendapatkan pasokan air.
Wakil Ketua PGK Kabupaten Pandeglang, Ahmad Safaat mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami dari PGK Kabupaten Pandeglang hari ini mendistribusikan air bersih kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan,” kata Ahmad di lokasi.
Ia menjelaskan, PGK mengerahkan dua mobil tangki dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 liter. Dengan demikian, organisasi tersebut menyalurkan total 6.000 liter air bersih dalam kegiatan itu.
“Untuk distribusi hari ini ada dua mobil tangki. Satu mobil kapasitasnya kurang lebih 3.000 liter, jadi total sekitar 6.000 liter air bersih,” ujarnya.
Ahmad mengatakan, PGK memprioritaskan wilayah yang mudah dijangkau untuk tahap awal distribusi. Namun, pihaknya membuka peluang memperluas bantuan ke daerah pelosok yang juga mengalami kekeringan.
PGK Pandeglang juga berencana menyalurkan bantuan serupa ke Kecamatan Banjar. Ahmad berharap kegiatan tersebut mendorong generasi muda lebih peka terhadap persoalan sosial dan ikut membantu masyarakat sesuai kemampuan.
“Kami mengajak generasi muda membangun kepedulian kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling bergotong royong dan membantu sesuai kemampuan, salah satunya melalui distribusi air bersih,” katanya.
Sementara itu, warga Kampung Baru, Marnah mengaku, bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dan warga sekitar. Selama kekeringan, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumber yang masih tersedia.
“Alhamdulillah, bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat Kampung Baru. Untuk mendapatkan air dari sumur, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kondisi jalan naik turun,” kata Marnah.
Menurutnya, sebagian besar warga mengalami kesulitan air karena sumur gali di lingkungan mereka belum kembali terisi meski hujan beberapa kali turun sejak Agustus.
“Sejak Agustus memang sudah beberapa kali turun hujan, tetapi air sumur justru masih kosong. Jadi, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PGK yang sudah membantu warga,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
