Beranda Peristiwa Perpisahan Terakhir untuk Syafrudin, Jejak Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Perpisahan Terakhir untuk Syafrudin, Jejak Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Ratusan orang perlahan memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumur Pecung

SERANG – Langit Kota Serang tampak teduh saat ratusan orang perlahan memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumur Pecung, Selasa (23/6/2026). Di bawah rindangnya pepohonan yang menaungi area pemakaman, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman mantan Wali Kota Serang periode 2018-2023, Syafrudin.

Isak tangis keluarga sesekali pecah di tengah lantunan doa yang terus mengalun. Kerabat, sahabat, tokoh masyarakat, hingga sejumlah pejabat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

Tak sedikit pelayat yang berdiri dalam diam, menatap prosesi pemakaman dengan wajah penuh kehilangan. Bagi mereka, Syafrudin bukan hanya mantan kepala daerah, melainkan figur yang dikenal sederhana, mudah ditemui, dan kerap menyapa warga dengan candaan khasnya.

Siang itu, liang lahat di TPU Sumur Pecung menjadi saksi berakhirnya perjalanan seorang pemimpin yang pernah memegang kendali pemerintahan Kota Serang selama lima tahun. Namun bagi banyak orang yang hadir, kenangan tentang dirinya terasa belum benar-benar pergi.

Syafrudin mengembuskan napas terakhir pada usia 63 tahun setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang. Kabar wafatnya menyebar cepat sejak pagi hari dan mengundang duka dari berbagai kalangan.

Komisioner KPU Kota Serang, Ade Jahran, mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali menerima kabar tersebut.

Ia kemudian menghubungi salah seorang yang biasa mendampingi Syafrudin untuk memastikan informasi yang diterimanya sebelum berangkat menuju rumah duka.

“Informasi yang kami terima beliau sempat sakit, kemudian sudah pulang dari rumah sakit. Subuh tadi katanya sempat muntah darah dan kemudian tidak tertolong. Kami, baik secara kelembagaan maupun pribadi, turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Teror Tawon di Serang Bikin Resah Masyarakat

Bagi Ade, kepergian Syafrudin meninggalkan kehilangan besar bagi Kota Serang. Selama menjabat sebagai wali kota, almarhum dikenal sebagai sosok yang terbuka dan mampu menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan.

Menurutnya, hubungan antara Pemerintah Kota Serang dan KPU selama masa kepemimpinan Syafrudin berlangsung harmonis. Berbagai tahapan penyelenggaraan pemilu dapat dilalui dengan koordinasi yang baik.

“Beliau orangnya suka humor, suka memberi nasihat. Komunikasi dengan KPU Kota Serang juga sangat baik. Selama tahapan-tahapan maupun pekerjaan kami, koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan lancar. Menurut kami, Pak Syafrudin adalah sosok pemimpin yang mengayomi,” katanya.

Kesaksian serupa juga banyak terdengar di antara para pelayat yang hadir. Sebagian mengenang kedekatannya dengan warga, sebagian lagi mengingat caranya mencairkan suasana melalui candaan yang sederhana namun berkesan.

Di tengah kesibukan sebagai kepala daerah kala itu, Syafrudin dikenal tetap menjaga hubungan dengan masyarakat. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan warga kerap meninggalkan cerita tersendiri, terutama karena sifatnya yang hangat dan mudah bergaul.

Menjelang sore, satu per satu pelayat mulai meninggalkan TPU Sumur Pecung. Namun suasana kehilangan masih terasa kuat. Doa-doa terus dipanjatkan, mengiringi kepergian sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Kota Serang.

Syafrudin telah berpulang. Namun bagi banyak warga, jejak pengabdian, nasihat, serta senyum yang kerap dibagikannya akan tetap hidup dalam ingatan. Sebuah perpisahan yang sunyi, tetapi meninggalkan cerita panjang tentang seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo