Beranda Pemerintahan Perokok Harian di Pandeglang Tertinggi se-Banten

Perokok Harian di Pandeglang Tertinggi se-Banten

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto saat ditemhi di ruang kerjanya. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang mencatat persentase penduduk yang merokok setiap hari tertinggi di Provinsi Banten pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 menunjukkan angkanya mencapai 37,88 persen.

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto mengatakan, pihaknya juga mencatat kenaikan proporsi pengeluaran masyarakat untuk rokok. Pada 2024, angkanya sekitar 17 persen, lalu meningkat menjadi 18,64 persen pada 2025.

“Kalau di 2024, proporsi pengeluaran masyarakat untuk rokok sekitar 17 persen. Pada 2025 naik menjadi 18,64 persen,” kata Achmad kepada BantenNews.co.id, Jumat (16/10/2026).

Achmad menegaskan, angka pengeluaran rokok berbeda dengan persentase penduduk yang merokok. BPS menghitung proporsi pengeluaran berdasarkan rata-rata per kapita, termasuk penduduk yang tidak merokok. Karena itu, kenaikan belanja rokok tidak otomatis menunjukkan jumlah perokok bertambah.

“Ini rata-rata per kapita, artinya pengeluarannya dibagi dengan jumlah penduduk. Kalau ada orang yang tidak merokok, tetap masuk dalam perhitungan rata-rata tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, BPS Pandeglang belum memiliki angka khusus yang dapat memastikan tren perokok berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin. Achmad mengaku, publikasi statistik yang lebih spesifik diperlukan untuk mengetahui kelompok usia dengan tingkat merokok tertinggi.

Meski belum memegang data khusus, Achmad menyoroti kebiasaan merokok yang mulai terlihat di kalangan anak muda. Ia mengaku pernah melihat sekelompok pelajar SMP berkumpul di depan minimarket.

“Kalau fenomena yang saya amati, kecenderungannya sudah mulai merambah kelompok muda, bahkan anak SMP. Saya pernah melihat sendiri anak-anak SMP berkumpul di depan minimarket,” ungkapnya.

Namun, Achmad menegaskan, pengamatan tersebut bukan hasil survei atau pengukuran statistik. BPS belum memiliki data khusus untuk memastikan jumlah pelajar SMP yang merokok maupun perkembangan trennya di Pandeglang.

Baca Juga :  Rumah Warga Cikedal Pandeglang Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Menurutnya, sebagian perokok berusia lebih tua mungkin berhenti karena kesadaran terhadap kesehatan atau kondisi medis. Sementara itu, kebiasaan merokok di kalangan anak muda masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Yang sudah tua mungkin ada yang mulai sadar, ada yang terkena penyakit, atau terpaksa berhenti karena kondisi kesehatan. Sementara kelompok muda mungkin masih dalam tahap mencoba-coba. Tetapi, untuk mengetahui jumlahnya, kita belum mengecek secara khusus,” tuturnya.

Data Susenas 2025 mencatat Kabupaten Lebak menempati posisi berikutnya dengan 34,06 persen penduduk merokok setiap hari. Kabupaten Serang mencatat 32,16 persen, disusul Kabupaten Tangerang 30,58 persen.

Di wilayah perkotaan, Kota Serang mencatat 32,16 persen, Kota Cilegon 27,24 persen, Kota Tangerang 23,87 persen, dan Kota Tangerang Selatan 19,31 persen.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd