Beranda Pemerintahan Pernyataan Wakil Walikota Cilegon Kaitan Mutasi dan Promosi ASN Disoal Wakil Rakyat...

Pernyataan Wakil Walikota Cilegon Kaitan Mutasi dan Promosi ASN Disoal Wakil Rakyat Berkarya, PKS Meradang

Suasana rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Cilegon soal mutasi rotasi dan promosi ASN. (Gilang)

CILEGON – Gaduh mutasi rotasi dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cilegon beberapa waktu lalu berlanjut hingga ke rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Cilegon pada Rabu (24/8/2022) ini menyusul adanya permintaan salah satu ormas yang menemukan dugaan adanya kejanggalan dan mekanisme yang tak lazim dalam perombakan jabatan tersebut.

Rapat yang sejatinya mengungkap penyebab karut marut mutasi dan promosi ASN Cilegon bersama Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat, namun di penghujung rapat justru terjadi gesekan antar wakil rakyat asal partai koalisi pemenangan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta yakni Partai Berkarya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tak terelakkan.

Insiden berawal saat Ketua Komisi I DPRD Cilegon, Hasbudin hendak menutup rapat yang disela oleh Anggota Komisi I DPRD, Sabihis yang mendesak  adanya jawaban tegas terlebih dulu dari Kepala BKPSDM Cilegon, Achmad Jubaedi terkait dengan pernyataan Sanuji Pentamarta yang mengaku tak dilibatkan dalam proses penyusunan mutasi, rotasi dan promosi ASN.

“Sekali lagi saya ingin menegaskan apakah Pak Wakil Walikota dalam rotasi dan mutasi ini dilibatkan atau tidak. Jadi supaya masyarakat ini mendengar dan supaya puas juga. Saya tegaskan ini supaya tidak ada dusta di antara kita. Karena kalau memang dilibatkan tentunya kan ada yang melihat lebih dari satu saksi di situ,” sela Sabihis.

“Semua kan boleh-boleh saja mengusulkan (ASN yang akan dimutasi dan promosi-red), tokoh masyarakat maupun ormas yang mau mengusulkan ya boleh-boleh saja, tapi kan tentunya Walikota yang akan memutuskan,” imbuh politisi Berkarya ini.

Menanggapi desakan itu, Kepala BKPSDM Cilegon Achmad Jubaedi pun menuturkan soal kehadiran orang nomor dua di pemerintahan tersebut dalam sejumlah pertemuan di beberapa tempat yang membahas soal mutasi rotasi dan promosi.

“Yang pertama pada saat pembahasan di hotel Forbis Pak Wakil hadir, kemudian di ruang rapat Forkopimda Pak Wakil juga hadir, dan usulan Pak Wakil untuk beberapa nama-nama juga sudah saya sampaikan ke Pak Walikota,” kata Jubaedi.

Tak ayal, situasi itu pun disinyalir menyulut reaksi Aam Amarulloh, Anggota Komisi I DPRD Cilegon lainnya yang meragukan pernyataan Kepala BKPSDM Cilegon, bahkan dipandang cenderung memojokkan Wakil Walikota. Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Cilegon ini meradang, yang sebaliknya menuding dugaan adanya upaya kesengajaan dengan tidak melibatkan Sanuji Pentamarta hingga tuntas di akhir pembahasan mutasi rotasi dan promosi.

“Saya sebenarnya tidak mau bertanya lagi, tapi hasil rapat itu kan pasti ada notulensi. Saya lebih yakin dengan omongan Pak Wakil (Sanuji Pentamarta) daripada apa yang dibicarakan bapak (Kepala BKPSDM). DPRD saja tidak dilibatkan. Karena pembahasan mutasi rotasi itu kan ngga mungkin sekali, mungkin berpuluh-puluh kali. Boleh jadi yang pertama diajak, kedua ketiga sampai akhir tidak diajak. Makanya saya minta tadi, kalau mau jelaskan yang sejujur-jujurnya, saya tidak bisa kalau ada yang didiskreditkan di sini,” tegas Aam.

(dev/red)