Beranda Pemerintahan Periode Kedua, Tatu-Pandji Ingin Tingkatkan SDM Guna Tekan Pengangguran

Periode Kedua, Tatu-Pandji Ingin Tingkatkan SDM Guna Tekan Pengangguran

Press Conference Bupati - Wakil Bupati Serang usai Pelantikan Kepala Daerah Serentak Periode 2021-2026 di Pendopo Bupati Serang, Jumat (26/2/2021) (Nindia/BantenNews.co.id)

KAB. SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim melantik Bupati dan Wakil Bupati Serang periode 2021-2026, Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa di Pendopo Gubernur Banten, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Dalam sambutannya, Ratu Tatu Chasanah mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan lebih fokus terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Serang khususnya persoalan pengangguran yang makin meningkat.

“Seperti yang saya sampaikan juga dalam sambutan saya bahwa bukan hanya persoalan kesehatan. Jadi kami akan fokus ke peningkatan SDM yang terkait langsung dengan ekonomi yaitu pemberdayaan UMKM,” ujarnya yang ditemui di Pendopo Bupati Serang, Jumat (26/2/2021).

Tatu juga mengimbau kepada masyarakat untuk punya semangat segera keluar dari persoalan pandemi Covid-19, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yg senantiasa diimbau oleh pemerintah.

“Jangan bosan memakai masker kemudian menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” imbaunya.

Disinggung terkait persoalan penanganan sampah, Tatu menuturkan persoalan tersebut menjadi salah satu target untuknya dan Pandji bisa mengatasi penanganan sampah dalam 5 tahun ke depan.

“Terkait dengan sampah ini juga salah satu PR saya dengan pak Pandji untuk menyelesaikan persoalan sampah ini,” tuturnya.

Terkait belum adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Kabupaten Serang, Tatu menjelaskan beberapa faktor yang menjadi sulitnya Kabupaten Serang membuat TPSA besar.

“Tetapi sepertinya agak sulit Kabupaten Serang membuat TPSA besar karena yang pertama terkait anggaran, yang kedua persoalan sosial di masyarakatnya, kemudian yang ketiga adalah persoalan biaya pengangkutan karena Kabupaten Serang ini terdiri dari 326 desa jadi kalau diangkut ke satu titik ternyata kita hitung biayanya besar sekali, armadanya juga harus banyak ratusan dump truck yg harus disediakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait penanganan sampah di Kabupaten Serang, Tatu dan Pandji masih meninjau solusi yang efektif untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Serang.

“Kami berhitung sepertinya lebih efektif kalau pengelolaan sampah itu mesin pengelola sampahnya di simpan minimal per zona. Kami sedang penjajakan, karena sebetulnya persoalan sampah ini kita tidak berhenti,” ungkapnya.

(Tra/Nin/Red)