Beranda Pendidikan Peringatan HAN 2026, Kampanye Makan Sehat Tanpa Drama di Kabupaten Serang

Peringatan HAN 2026, Kampanye Makan Sehat Tanpa Drama di Kabupaten Serang

Ribuan anak mengikuti puncak peringatan Hari Anak nasional di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus. (Adef/bantennews)

SERANG – Sejak pagi, Stadion Heroik Grup 1 Kopassus di Kota Serang berubah menjadi lautan seragam warna-warni. Gelak tawa, sorak semangat, dan wajah ceria sekitar 20 ribu anak Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) memenuhi setiap sudut stadion dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Selasa (28/7/2026).

Namun, kemeriahan itu bukan sekadar perayaan tahunan. Di balik ribuan anak yang berlari, bernyanyi, dan mengikuti senam bersama, terselip pesan yang ingin ditanamkan kepada para orang tua, membangun kebiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah, tanpa paksaan dan tanpa drama.

Melalui kampanye Gerakan Makan Tanpa Drama, Sakatonik ABC bersama Pemerintah Kabupaten Serang dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Serang mengajak keluarga menciptakan suasana makan yang hangat, menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Tak hanya ribuan siswa yang memadati stadion, para orang tua, guru, hingga masyarakat turut mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka menikmati hiburan, edukasi gizi, dan berbagai aktivitas interaktif yang mengangkat pentingnya pola makan sehat sejak usia dini.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan, HAN tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Menurutnya, momentum ini harus memperkuat komitmen seluruh pihak untuk memenuhi hak-hak anak, termasuk hak memperoleh gizi yang cukup dan pengasuhan yang berkualitas.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kami menyambut baik Gerakan Makan Tanpa Drama karena tidak hanya mengajak anak-anak membangun kebiasaan makan yang sehat, tetapi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan suasana makan yang hangat dan menyenangkan,” ujar Zakiyah.

Ia menilai, gerakan tersebut selaras dengan visi Serang Bahagia yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Baca Juga :  Sawer Biduan Pakai Dana Desa, Mantan Kades Lontar Terancam 20 Tahun Penjara

Zakiyah juga mengingatkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, tenaga pendidik, media, dan masyarakat harus memperluas kolaborasi agar edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat menjangkau lebih banyak keluarga.

Di sisi lain, Group Head of Marketing & Consumer Insights Kalbe Consumer Health, Irwan Wijaya, mengungkapkan banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak menolak makan. Menurutnya, persoalan itu tidak cukup diselesaikan dengan memaksa anak menghabiskan makanan.

“Kami melihat bahwa tantangan terbesar yang dihadapi orang tua bukan semata-mata ketika anak sulit makan, tetapi bagaimana menciptakan momen makan yang menyenangkan tanpa tekanan. Karena itu, melalui Gerakan Makan Tanpa Drama, kami ingin mengambil peran lebih besar dari sekadar menghadirkan produk,” katanya.

Irwan menambahkan, waktu makan seharusnya menjadi ruang membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Suasana yang nyaman dapat membantu menjaga selera makan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Sakatonik ABC juga memperkenalkan Sakatonik ABC Curcuma Madu, vitamin anak yang dirancang untuk membantu meningkatkan nafsu makan sebagai bagian dari upaya mendukung kebiasaan makan yang lebih baik.

Peringatan HAN di Kabupaten Serang tahun ini akhirnya tidak hanya menghadirkan pesta bagi ribuan anak.

Kegiatan itu juga mengirimkan pesan kuat bahwa kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh perhatian keluarga terhadap gizi, pola asuh, dan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd