Beranda Pemerintahan Eks PM Malaysia Buka Peluang Investasi Pendidikan di Banten

Eks PM Malaysia Buka Peluang Investasi Pendidikan di Banten

Wagub Banten A. Dimyati Natakusumah berbincang dengan Eks PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (Audindra/bantennews)

SERANG – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, melirik serius Banten sebagai lahan investasi. Sektor pendidikan jadi target utama, termasuk rencana mendirikan universitas hasil kolaborasi lintas negara.

Ismail mengungkapkan, rencana itu saat bertemu Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, di KP3B, Rabu (8/4/2026). Ia menyebut, penjajakan masih tahap awal, namun peluang kerja sama terbuka lebar.

“Kami melihat banyak potensi di Banten, terutama pendidikan. Ini kunjungan kedua saya dan peluangnya tidak hanya satu sektor,” ujar Ismail.

Selain pendidikan, ia juga menyoroti potensi pariwisata Banten, khususnya kawasan pantai. Namun fokus pembahasan saat ini mengarah pada peluang pendirian kampus asal Malaysia di Banten.

Ismail berencana mengajak sejumlah perguruan tinggi di Malaysia untuk menindaklanjuti peluang tersebut. Ia bahkan membuka kemungkinan pertemuan lanjutan antara akademisi Malaysia dan Pemprov Banten.

“Nanti saya komunikasikan dengan universitas di Malaysia. Kalau berminat, kita atur pertemuan lanjutan,” katanya.

Sementara, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah menyambut positif rencana itu. Ia mendorong kerja sama lebih luas melalui skema sister city, baik business to business maupun government to government.

“Kerja sama ini punya dasar kuat, kita punya akar budaya yang sama,” ujarnya.

Dimyati juga menegaskan, Banten siap memberi kemudahan investasi, mulai dari regulasi hingga jaminan keamanan. Ia memastikan, iklim usaha di Banten kondusif bagi investor asing.

“Investor tidak perlu ragu. Banten aman dan siap,” tegasnya.

Ia berharap rencana pendirian universitas ini bisa meningkatkan kualitas SDM, terutama bagi calon pekerja migran Indonesia ke Malaysia melalui pendidikan dan sertifikasi lebih terstruktur.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd