Beranda Peristiwa Pergerakan Tanah Rusak Rumah Warga Angsana Lebak, Ruang Tamu hingga Teras Roboh

Pergerakan Tanah Rusak Rumah Warga Angsana Lebak, Ruang Tamu hingga Teras Roboh

Warga menunjukkan kondisi rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Angsana, Desa Karya Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (9/8/2026). (Foto: Sandi/BantenNews.co.id)

LEBAK – Warga Kampung Angsana, Desa Karya Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku khawatir setelah terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan sejumlah bagian rumah mengalami keretakan dan kerusakan.

Kondisi tersebut membuat warga semakin waspada, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Pergerakan tanah terlihat dari munculnya retakan pada dinding dan lantai sejumlah rumah warga.

Bahkan, beberapa bagian ruangan rumah warga mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.

Erni, salah seorang warga, mengatakan kerusakan pada rumahnya telah berlangsung sekitar delapan bulan. Ia hanya bisa pasrah melihat sebagian ruangan rumahnya roboh akibat pergerakan tanah.

Menurutnya, dinding rumah mulai banyak mengalami retakan dan terlepas dari bagian dinding lainnya. Keramik lantai juga mulai menggelembung hingga terlepas.

“Bagian ruangan yang rata dengan tanah itu ruang tamu dan halaman teras depan. Tanda-tanda kerusakan mulai terjadi ketika tanah di rumah mengalami pergerakan hingga amblas. Kondisi itu mengakibatkan pondasi patah sehingga berdampak pada kerusakan parah di bagian dinding dan lantai rumah,” kata Erni saat ditemui, Minggu (9/8/2026).

Ia mengungkapkan, kerusakan mulai terjadi saat musim penghujan pada awal 2026. Intensitas hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di sekitar rumah semakin tidak stabil dan memicu kerusakan bangunan.

“Awalnya retak-retak, kemudian sedikit demi sedikit dinding mulai roboh. Demi menjaga keselamatan keluarga, terpaksa semua bagian rumah yang retak dan mulai miring dirobohkan karena takut menimpa keluarga,” ujarnya.

Erni menjelaskan, dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, dirinya bersama keluarga terpaksa tetap tinggal di rumah tersebut. Sebagian ruangan sudah roboh dan hanya menyisakan beberapa ruangan yang masih bisa digunakan.

“Ya terpaksa ditempati. Mau ke mana lagi, ini juga rumah satu-satunya. Mau ngontrak juga tidak punya uang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nalar Desak Rutan Pandeglang Tanggungjawab Kematian Napi

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat segera meninjau kondisi rumahnya dan memberikan bantuan, terutama untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih aman bagi keluarganya.

“Semoga saja bisa dibantu dan ingin cepat pindah. Takut tertimpa bangunan,” ucapnya.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo