Beranda Pilkada Serentak 2020 Perebutan Kursi Wakil Walikota, Ati Optimis Loyalitas Koalisi, Reno Gugah Nurani Politik...

Perebutan Kursi Wakil Walikota, Ati Optimis Loyalitas Koalisi, Reno Gugah Nurani Politik Parlemen

372
0
Dua kandidat Calon Wakil Walikota Cilegon, Reno Yanuar dan Ratu Ati Marliati. (BantenNews.co.id)

CILEGON – Pemilihan Wakil Walikota akan tercatat sebagai sejarah baru dalam perjalanan demokrasi di parlemen Kota Cilegon melalui rapat paripurna khusus yang akan dihelat pada Jumat (12/4/2019) sekira pukul 14.00 WIB ini. Panitia Pemilihan (Panlih) Calon Wakil Walikota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021 akan memutuskan apakah Ratu Ati Marliati atau Reno Yanuar, dua calon kandidat yang akan memenangkan perebutan 34 suara di parlemen.

Diusung oleh Partai Golkar dengan bekal 10 kursi yang ada, Ati melalui sejumlah tahapan pemilihan hingga akhirnya sampai di hari puncak pemilihan. Kendati harus menanggalkan sejumlah jabatan strategisnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Ati optimis dapat memenangkan pemilihan dengan teknis pemungutan suara tersebut.

“Kita optimis, ibu berterima kasih dengan partai pendukung yang ada, mudah-mudahan yang lain menyusul. Saya pikir sudah cukup ya (Dukungan partai politik di parlemen-red), semua sudah berjalan baik, tinggal kita berdoa saja. Pemaparan visi misi ibu tadi, itu juga akan meyakinkan pada anggota dewan kira-kira mana yang dapat terpilih,” ujar Ati, Kamis (11/4/2019) kemarin.

Kendati tak menyebutkan prediksi jumlah suara yang akan diraih, namun dirinya meyakini akan memperoleh dukungan maksimal dari 9 partai politik koalisi di parlemen yang mendukung pasangan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Terpilih, Tb Iman Ariyadi – Edi Ariadi pada saat perhelatan Pilkada Kota Cilegon 2015 silam.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun secara baik bersama. Melanjutkan koalisi pembangunan yang pernah dilakukan oleh Pak Iman dan Pak Edi,” tandasnya.

Sama halnya dengan Reno Yanuar. Untuk dapat menjadi pendamping Walikota Cilegon Edi Ariadi, calon yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut mengaku mampu bersaing kendati hanya dengan bekal awal 3 suara dari yang sebelumnya 4 suara menyusul pengunduran dirinya sebagai wakil rakyat di parlemen.

“Anggota DPRD Cilegon yang jadi sahabat-sahabat saya, semuanya tahu permasalahan Kota Cilegon seperti apa. Karena setiap rapat RKA ataupun R-APBD dan sebagainya, mereka tahu dan sangat paham bagaimana keadaan di Kota Cilegon. Jadi saya kembalikan ke seluruh anggota DPRD, mereka sahabat-sahabat saya semoga beliau bisa memilih berdasarkan nurani politik, dan biarkan Allah yang menentukan siapa yang akan menjadi pelayan masyarakat Kota Cilegon,” ujarnya.

Tanpa strategi pemenangan yang diuraikan, Ketua DPC PDI Perjuangan ini mengaku akan menyerahkan sepenuhnya raihan suara parlemen tersebut pada nurani politik seluruh Anggota DPRD.

“Insha Allah bila saya terpilih dan diberi amanah menjadi Wakil Walikota Cilegon, saya ini bukan milik satu partai atau golongan. Tapi saya milik seluruh partai dan milik seluruh masyarakat Cilegon. Semoga Allah senantiasa membuka jalan pikiran bagi kita semua untuk menggunakan etika dan nurani politik yang benar,” tutupnya dalam penyampaian visi dan program kerja. (dev/red)