Beranda Peristiwa People Power Dinilai untuk Kepentingan Elite Politik

People Power Dinilai untuk Kepentingan Elite Politik

385
0
KH Suparta. (Wahyu/bantennews)

 

SERANG – Merebaknya isu people power, direspons pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Al Khaeriyah di Kampung Kareo Genggong, Desa Kareo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, KH Suparta. Tokoh agama ini menilai isu people power itu sengaja dimunculkan oleh para elite politik bangsa ini dengan tujuan memecah belah bangsa.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kopo, khususnya santri untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power yang ke depannya dapat merusak keharmonisan bangsa,” kata KH Suparta saat ditemui di rumahnya, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, isu people power atau pengerahan massa merupakan gerakan adu domba oleh sekelompok orang dengan tujuan mendelegitimasi atas hasil kerja keras penyelenggara pemilu (KPU, red). Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power.

“Ketimbang membuat gerakan inkonstitusional, lebih baik kita buat gerakan people power mendo’akan seluruh KPPS yang meninggal dunia mendapat tempat disisi Allah SWT. Yang masih dirawat, kita doakan sehat wal’afiat. Insya Allah bernilai ibadah,” kata Suparta.

Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil perhitungan pemilu yang akan diumumkan pada tanggal 22 Mei mendatang. “Siapa pun yang dipilih dan siapa pun pemimpin kita, mereka adalah anak-anak bangsa yang terbaik. Dan kita harus menghormati hasil putusan KPU,” jelasnya.

KH Suparta juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara pemilu, baik KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, Linmas dan pihak terkait lainnya yang mengawal dan menjaga pemilu serentak berjalan lancar, aman, jurdil serta jauh dari kecurangan. Dia mengimbau masyarakat Kabupaten Serang, khususnya warga Kareo dan Kopo, agar tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

“Apalagi berita-berita hoaks bisa mengancam kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bahu-membahu mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI, jangan sampai terpecah karena people power yang sudah meresahkan masyarakat,” tandasnya. (You/Red)