Beranda Pemerintahan Penghargaan KLA Tuai Kritik, Begini Kata Dinsos Tangsel

Penghargaan KLA Tuai Kritik, Begini Kata Dinsos Tangsel

Beberapa anak meminta-minta di toko waralaba di Serpong, Kota Tangerang Selatan - (Foto Ihya/BantenNews.co.id)

TANGSEL – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Namun demikian penghargaan tersebut justru menuai banyak kritik dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya fakta di lapangan terlihat masih banyak anak di bawah umur yang meminta-minta dengan modus baru, yaitu menjadi manusia silver (Silver Boy).

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Lansia dan Anak dari Dinas Sosial Kota Tangsel, Tedi mengatakan saat ini pihaknya telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas untuk mendatangi manusia silver itu.

BACA : Penghargaan Kota Layak Anak Tangsel Dikritik

“Saat penemuan itu pertama kita menanyakan kepada mereka kenapa ko meminta-minta, masih sekolah atau tidak, masih ada orangtua atau gimana? kalo saya sering menemukan di jalanan itu manusia silver (Silver Boy). Ternyata mereka itu ada perkumpulan yang tempatnya itu ada di dekat Situ Pamulang. Jadi bukan pengamen,” kata Tedi saat ditemui di kantor Dinsos Tangsel, Jalan Viktor, No.10, Buaran, Kecamatan Serpong, Kamis (2/5/2019).

Tedi melanjutkan, sebetulnya terkait KLA itu yang mempunyai kewenangan besar adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB). Menurutnya Dinsos hanya mendukung program-program tersebut dan mendorong agar Tangsel benar-benar layak disebut KLA.

“Jadi dalam satu program itu kita gak bakal satu dinas, kita harus bekerja sama dengan dinas-dinas lain seperti DPMP3AKB, Dishub, Satpol PP juga, dan lain-lain,” pungkasnya. (Tra/Ihy/Red)