Beranda Pemerintahan Pengamat : Mundurnya Sekda Banten Indikasi Tak Ada Kesamaan Visi di Elite...

Pengamat : Mundurnya Sekda Banten Indikasi Tak Ada Kesamaan Visi di Elite Pemprov

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ikhsan Ahmad

SERANG – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ikhsan Ahmad menilai mundurnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Al Muktabar secara mendadak menjadi indikasi tidak adanya kesamaan visi para elite di lingungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Sebenarnya suatu hal yang mendadak dan mengagetkan kemunduran Pak Muktabar, setelah dua tahun lebih menjabat dan di akhir menjelang masa jabatan WH (Wahidin Halim, red). Di sisi lain kita sama-sama tahu, selama kepemimpinan WH, Pemprov penuh masalah, huru-hara dan gonjang-ganjing yang membuktikan bahwa reformasi birokrasi dan perubahan birokrasi tidak pernah terwujud,” ujar Ikhsan, Rabu (25/8/2021).

Dikatakan Ikhsan, setidaknya terdapat tiga kejadian besar yang menunjukkan internal pemprov berantakan di bawah kepemimpinan Wahidin Halim. “Pertama mundurnya Sekda Pak Ranta Soeharta, dua mundurnya para pejabat Dinkes kasus korupsi masker, dan sekarang mundurnya Pak Al Muktabar,” katanya.

Selain tak adanya kesamaan visi di antara para elite Pemprov Banten, Ikhsan menilai kepemimpinan Gubernur Banten menjadi sebuah fenomena birokrasi yang tak efektif.

“Jika ini dijadikan dasar analisis dari kemunduran sekda yang sekarang saya berpendapat, sepertinya tidak ada kesamaan visi, persepsi dan langkah-langkah kebijakan di antara para elite di Pemprov. Sepertinya Gubernur menjadi fenomena kepemimpinan yang tidak efektif dan tidak mampu menjadi konduktur dari irama bersama yang harusnya dimainkan,” jelasnya.

“Saya menduga ada upaya memasang semua orang yang memang loyalis Gubernur di posisi strategis pemerintahan dalam rangka pengamanan kemungkinan berbagai kasus korupsi maupun kepentingan kontestasi kedepan. Al Muktabar sebagai Sekda Banten pada awalnya bukan sekda yang diinginkan. Dengan ditunjuknya Plt Sekda yang sekarang, petunjuknya jelas,” sambungnya.

Dirinya juga mengaku heran jika pengunduran diri Sekda Al Muktabar tanpa melalui evaluasi dan pengawasan dari DPRD.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Saya khawatir kepemimpinan Gubernur pada akhirnya harus meninggalkan kehancuran bagi birokrasi di Banten. Mundurnya Sekda sekarang bisa jadi juga bagian dari tarik-menarik dari penyelesaian berbagai kasus yang saat ini terjadi di Pemprov, terutama kasus-kasus korupsi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Komarudin mengatakan, pengunduran Sekda Al Muktabar telah disetujui oleh Gubernur Banten. Bahkan, tak berlama-lama, untuk mengisi kekosongan jabatan, orang nomor satu di Provinsi Banten langsung menunjuk Muhtarom sebagai Plt Sekda.(Mir/Red)