Beranda Budaya Penemuan Pecahan Botol Wine dan Potongan Keramik Jadi Jejak Cornelis de Houtman...

Penemuan Pecahan Botol Wine dan Potongan Keramik Jadi Jejak Cornelis de Houtman di Banten

Ilustrasi kedatangan Cornelis de Houtman ke Banten. (ist)

SERANG – Arkeolog Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ali Fadilah, mengatakan penemuan berbagai artefak di kawasan Banten Lama menjadi bukti kuat kedatangan Cornelis de Houtman ke Banten.

Ia bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII melakukan ekskavasi selama sepuluh hari di Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang diyakini sebagai jalur masuk de Houtman ke pelabuhan Banten.

“Selain struktur batu bata yang kira-kira ukurannya 2,90 meter, di dalamnya ditemukan pecahan botol wine, biasa orang Belanda minum tehnya pakai wine. Kemudian ada juga bahan keramik, fragmen keramik, dan yang menarik ada fragmen besi,” ujar Ali saat acara “Simbolisasi Jalur Kedatangan Cornelis de Houtman”, Minggu (26/10/2025).

Potongan besi itu, menurut Ali, menjadi temuan paling menarik karena menunjukkan adanya impor logam dari Cina atau Eropa. “Saat itu kita (masyarakat Banten) tidak punya besi karena selalu menggunakan kayu. Artinya besi awalnya diimpor dari Cina atau dari Eropa masuk ke sini,” katanya.

Besi tersebut kini tengah diteliti di laboratorium oleh tim arkeolog. Ia menjelaskan, pentingnya temuan ini adalah sebagai penanda awal dan indikator kuat bahwa Cornelis de Houtman memang pernah berlabuh di wilayah Banten.

“Pentingnya temuan ini adalah penanda dan indikator utama, nanti akan ada penemuan-penemuan berikutnya,” ujar Ali. Ia juga menyebut sejumlah warga di sekitar lokasi melaporkan adanya temuan keramik, mata uang, hingga gerabah di aliran sungai dekat situs tersebut.

“Alhamdulilah penduduknya di sini menyimpan baik di rumah, suatu saat akan menjadi temuan yang bisa dipamerkan di museum situs kebudayaan Banten Lama,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan monumen penanda jalur masuk Cornelis de Houtman tersebut. Monumen itu menandai titik awal kedatangan rombongan de Houtman ke Nusantara, saat wilayah itu masih dikenal dengan nama Bantam.

Baca Juga :  Di Acara Pesantren, WH Sesumbar Banten Lama Bakal Disulap Seperti Kota Madinah

“Kami berusaha untuk melakukan satu rekontruksi terhadap sejarah karena wilayah Banten ini merupakan wilayah penting, pelabuhan yang besar tempat perdagangan kemudian akulturasi budaya,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan, penelusuran lokasi jalur masuk de Houtman dilakukan sejak tahun lalu oleh tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII bersama para arkeolog. Dari penelusuran itu, ditemukan titik yang diyakini menjadi pintu masuk kapal Cornelis de Houtman saat berlabuh di perairan Banten.

Fadli berharap keberadaan monumen dan hasil penelitian tersebut dapat memicu minat masyarakat mempelajari sejarah Banten lebih luas. Ia juga membuka kemungkinan agar kondisi Banten saat Belanda pertama kali menginjakan kaki dapat diangkat ke berbagai bentuk karya budaya, mulai dari novel hingga pertunjukan tari.

“Selain untuk pembelajaran bagi masyarakat kita khususnya di Banten bagi generasi muda, juga saya kira kita ingin ini mendatangkan wisata budaya, ekonomi budaya untuk menggerakkan masyarakat di sekitar kita. Jadi situs ini harus diviralkan kira-kira begitu ya, supaya orang datang belajar mengenal sejarah budaya,” ucapnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman