CILEGON – Jumlah penduduk Kota Cilegon yang terus bertambah berpotensi berdampak pada komposisi kursi DPRD Kota Cilegon. Jika jumlah penduduk menembus angka 500 ribu jiwa, jumlah kursi DPRD Kota Cilegon berpotensi bertambah dari saat ini 40 kursi menjadi 45 kursi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Hayati Nufus, mengatakan jumlah penduduk Cilegon saat ini telah mencapai 488.171 jiwa.
Menurut Hayati Nufus, pertumbuhan penduduk Kota Cilegon berada pada kisaran 3.000 jiwa setiap semester atau sekitar 6.000 jiwa dalam setahun.
“Trennya tiga ribu per semester. Kalau setahun berarti enam ribu jumlah penduduk yang nambah,” kata Hayati Nufus, Rabu (12/8/2026).
Dengan tren tersebut, jumlah penduduk Kota Cilegon diperkirakan dapat menembus angka 500 ribu jiwa dalam beberapa tahun mendatang. Bahkan, Hayati Nufus menyebut angka tersebut berpotensi tercapai sekitar 2029 apabila pertumbuhan penduduk berlangsung konsisten.
Pertambahan jumlah penduduk tersebut berpotensi membawa konsekuensi terhadap representasi politik di DPRD Kota Cilegon.
“Kalau untuk tahun 2029, potensi naik 509 ribu jiwa. Potensi kursi DPRD-nya berarti meningkat, nambahnya jadi 5 kursi, atau jadi 45 kursi,” ujar Hayati Nufus.
Berdasarkan ketentuan mengenai jumlah anggota DPRD kabupaten/kota, daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu hingga 1 juta jiwa memiliki alokasi 45 kursi DPRD.
Dengan demikian, apabila jumlah penduduk Cilegon telah melewati ambang 500 ribu jiwa dan ketentuan tersebut diterapkan dalam penetapan alokasi kursi, DPRD Kota Cilegon berpotensi bertambah lima kursi, dari 40 menjadi 45 kursi.
Hayati Nufus mengatakan pertumbuhan penduduk Cilegon cenderung meningkat dan sejauh ini tidak menunjukkan tren penurunan yang berarti.
“Sekarang tren penduduk Kota Cilegon terus naik, gak pernah pernah turun,” katanya.
Ia menjelaskan, pertambahan penduduk Cilegon lebih dominan dipengaruhi kelahiran, meskipun perpindahan penduduk juga turut memberikan kontribusi.
“Ada pindah dan datang. Namun kelahiran yang lebih dominan,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk juga berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan investasi di Kota Cilegon. Meningkatnya aktivitas ekonomi dan investasi dapat mendorong mobilitas serta pertambahan populasi.
“Dinamika perekonomian ya, terus perluasan investasi meningkat, dan itu juga salah satu jadi menambah jumlah penduduknya,” katanya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
